Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Suasana bedah buku bertajuk “Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas,” di Gedung Griya Pusaka, Piyungan RT 05, Srimartani, Piyungan, Bantul, Selasa (19/3/2024) pagi. Harian Jogja/Jumali.
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas, di Gedung Griya Pusaka, Piyungan RT 05, Srimartani, Kapanewon Piyungan, Selasa (19/3) pagi.
Bedah buku karya Esaputri Purwandari dkk ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat dan memberi pengetahuan mengenai pengelolaan sampah. Selain itu, pembahasan mengenai sampah dinilai penting menyusul rencana ditutupnya TPST Piyungan.
Ketua Tim Bedah Buku dari DPAD DIY Sri Wahyudi mengatakan kegiatan bedah buku yang bekerja sama dengan anggota DPRD DIY tersebut adalah salah satu rangkaian bedah buku yang digelar pihaknya selama Ramadan. Ada sebanyak 25 bedah buku di 25 lokasi yang digelar pada 1-29 Maret 2024. “Ini adalah bentuk komitmen dari kami mempertahankan DIY sebagai provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi,” katanya, Selasa.
BACA JUGA : Masyarakat Jogja Harus Bangun Fondasi Keluarga yang Baik
Oleh karena itu, meski di bulan Ramadan, kegiatan bedah buku tetap digelar. Wahyudi berharap agar kegiatan tersebut mampu meningkatkan literasi masyarakat, meski dilakukan di bulan puasa.
Adapun sesuai dengan tema yang ada, yakni membahas mengenai pengelolaan sampah, pihaknya berharap bisa menambah pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah. “Kami berharap masyarakat tahu cara mengelola sampah, karena sampah bisa menjadi bahan ekonomi untuk dikelola," katanya.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin menilai sampah telah menjadi masalah utama di Jogja. “Maka, kami sampaikan pengelolaan sampah menjadi skala prioritas pembangunan di DIY," katanya. Terlebih, saat ini TPST Piyungan bakal ditutup total. Menurut dia, setiap kabupaten dan kota di DIY harus memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. “DPAD DIY memberikan literasi berkaitan dengan darurat sampah yang terjadi di DIY," katanya.
Esaputri Purwandari selaku penulis buku sekaligus penggerak Koperasi Konsumen Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (Gemi) mengungkapkan, kegiatan bedah buku ini selaras dengan persoalan sampah yang dialami oleh DIY.
Penutupan TPST Piyungan membuat masyarakat kewalahan mengelola sampah. “Untuk itu dalam kesempatan ini akan dipaparkan bagaimana mengelola sampah yang benar dan cerdas," katanya.
Esa memaparkan buku yang ditulisnya berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh Koperasi Konsumen Gemi dalam mengolah sampah menggunakan magot, pembuatan sabun dari minyak jelantah, dan kerajinan dari plastik. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus