KA Bandara YIA Catat 1,9 Juta Pergerakan, Ini Perubahan Setelah Dikelola KAI Commuter
KA Bandara YIA mencatat 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026. Kini dikelola KAI Commuter, tarif dan jadwal tetap.
JJLS Kelok 23 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kretek (Bantul)-Girijati (Gunungkidul) atau Kelok 23 hingga saat ini mencapai 20%. Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan tidak menjadi hambatan dalam pekerjaan konstruksi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN DIY, Ridwan Subarkah menyampaikan progres pekerjaan konstruksi tersebut telah melampaui target. Sebelumnya ditargetkan hingga pertengahan Maret pembangunan tersebut mencapai sekitar 18%.
Saat ini pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan berupa pembukaan jalan sekitar 5 km, dari keseluruhan panjang jalan 5,64 km. Sementara, sisanya sekitar 0,6 km yang berada di eksisting masih belum dikerjakan lantaran masih digunakan oleh pengguna jalan. Saat ini ada 17 unit boks saluran drainase yang telah dikerjakan dari total ada 31 boks.
“Kemudian jembatannya menggunakan bore pile, itu juga sudah selesai. Saat ini pekerjaan lainnya galian dan timbunan,” katanya, Rabu (20/3/2024).
Diketahui, jembatan tersebut akan menjadi satu-satunya jembatan yang menghubungkan ruas jalan tersebut. Jembatan tersebut akan dibangun dengan dua bentang. Panjang jembatan tersebut mencapai 53,3 meter dengan ketinggian 12 meter di STA 1+950.
Subarkah mengaku kondisi lahan JJLS Kelok 23 cukup ekstrem menjadi tantangan tersendiri dalam pekerjaan konstruksi di lokasi tersebut. Berjarak sekitar 200 meter dari Jalan Parangtritis ada tikungan, sehingga di titik tersebut trasenya sudah mulai berkelok.
“Perbedaan elevasinya hampir 100 meter, medannya cukup sulit. Jadi ada struktur untuk penguatan jalan tersebut, untuk pembuatannya perlu metode lain daripada kita mengerjakan di tempat yang datar,” katanya.
Lantaran lahan yang dikerjakan dinilai cukup sulit, struktur jalan tersebut akan dibuat aspal dua lapis dengan lapis pondasi agregat kelas A (LPA) dengan AC-WC 4 cm dan AC-BC 6 cm. Kemudian ketebalan timbunan 40 cm dan galian 20 cm.
Sementara cuaca ekstrem yang terjadi belakangan menurut Subarkah tidak menjadi halangan dalam pekerjaan konstruksi proyek tersebut. Dia menuturkan, selama musim hujan beberapa alat berat yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi tersebut mengalami kendala lantaran akses masuk ke proyek tersebut masih tanah.
BACA JUGA: Ini Perkembangan Proyek JJLS Kelok 18, Kejar Target Operasional 2025
Meski begitu, menurut Subarkah, cuaca ekstrem saat ini jauh lebih baik daripada yang terjadi pada kisaran Januari-Februari 2024. Saat itu, menurutnya, cuaca ekstrem membuat pekerjaan konstruksi kurang optimal. “[Pekerjaan konstruksi] Maret tidak begitu menjadi kendala. Januari intensitas hujan tinggi, jadi kurang optimal dalam pelaksanaan, tetapi masih on track,” ujarnya.
Dia pun mengaku pekerjaan konstruksi pada Januari-Maret 2024 masih sesuai dengan target, meski cuaca ekstrem terjadi. Sekitar Januari 2024, bahkan pekerjaan konstruksi tersebut melampaui target hingga sekitar 6%. Saat itu ditargetkan pekerjaan konstruksi mencapai 7%, tetapi realisasinya telah mencapai 12%. “Waktu pelaksanaan tidak berubah, tetap malah kalau nanti ada cor kita laksanakan malam,” ujarnya.
Diketahui durasi pekerjaan konstruksi proyek tersebut mencapai 720 hari kalender atau 24 bulan. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Bandara YIA mencatat 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026. Kini dikelola KAI Commuter, tarif dan jadwal tetap.
Framingham Risk Score membantu memperkirakan risiko penyakit jantung dan stroke dalam 10 tahun. Kenali faktor risiko dan pentingnya MCU.
Pit Lane Walk MotoGP Mandalika 2026 dipadati penonton yang ingin melihat motor balap, garasi tim, serta pembalap seperti Marc Márquez.
Pemerintah mematangkan kelembagaan BRAN, termasuk pembagian tugas, kewenangan, dan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menangani konflik agraria.
Bus Mercedes-Benz menabrak truk bermuatan manisan mangga di Tol Semarang-Solo KM 431,6. Muatan tumpah dan sempat memicu kemacetan.
Komisi I DPRD Kulonprogo memantau tiga kalurahan menjelang lurah purna tugas, sekaligus menyoroti penyerapan anggaran dan ketidaktepatan data bansos.