BEDAH BUKU: Warga Sleman Diajak Mengelola Limbah sejak Dapur
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Tedy Himawan. Ist
JOGJA—Hingga saat ini Bea Cukai masih gencar melaksanakan operasi yang diberi nama Gempur Rokok Ilegal. Tujuannya untuk menekan angka peredaran rokok ilegal
Masyarakat perlu tahu, bahwa dalam setiap bungkus rokok yang legal terdapat penerimaan negara yang digunakan untuk pembangunan negara ini. Jika ada banyak rokok ilegal, coba bayangkan berapa banyak penerimaan negara yang hilang.
Tapi, tidak hanya masalah penerimaan negara. Rokok ilegal juga menggerogoti pasar rokok legal terutama di golongan III yang dihuni oleh Industri Kecil Menengah (IKM). Padahal, industri yang legal sudah pasti membayar pajak dan juga cukai kepada negara. IKM juga turut berpartisipasi dalam menyerap tenaga kerja. Jadi, Gempur Rokok Ilegal sangat penting untuk dilaksanakan.
BACA JUGA: Puluhan Butir Obat Terlarang Nyaris Diselundupkan di Lapas Wirogunan
Tidak hanya melakukan kegiatan operasi rokok ilegal, Bea Cukai juga secara kontinyu melaksanakan kegiatan sosialisasi cukai sebagai bentuk upaya peningkatan pengetahuan dan edukasi kepada masyarakat. Bea Cukai Yogyakarta pun secara kontinyu melakukan sosialiasi, baik secara tatap muka maupun media online.
Rokok ilegal dapat diketahui berdasarkan ciri-ciri berikut :
1. ROKOK POLOS : rokok yang tidak dilekati pita cukai pada kemasannya
2. ROKOK DENGAN PITA CUKAI PALSU : rokok yang pita cukainya dilekati pita cukai tidak asli (palsu), sulit untuk dikenali. Biasanya Desain dan warnanya akan memudar atau terlihat tidak jelas, terlihat seperti kertas print biasa.
3. ROKOK DENGAN PITA CUKAI BEKAS : rokok yang dilekati dengan pita cukai yang telah digunakan sebelumnya. Biasanya akan terlihat sobek, berkerut dan tidak rapi
4. ROKOK DENGAN PITA CUKAI SALAH PERUNTUKAN : pita cukai yang dilekatkan pada kemasan rokok tidak sesuai dengan jenis rokok
5. ROKOK DENGAN PITA CUKAI SALAH PERSONALISASI : Kode pabrik pada pita cukai yang dilekatkan pada kemasan rokok tidak sesuai dengan pabrik yang memproduksi rokok
“Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan, kami berharap masyarakat menjadi tahu tentang ciri-ciri rokok ilegal dan membantu kami dalam menekan peredaran barang yang melanggar ketentuan cukai tersebut. Sosialisasi pun sering dilakukan oleh Bea Cukai bersama instansi daerah, salah satunya bersama Satpol PP,” jelas Tedy Himawan selaku Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta.
Dalam memberantas rokok ilegal, pastinya Bea Cukai tidak bisa sendirian.Kami juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Jika ada yang mengetahui adanya peredaran rokok ilegal, silakan segera laporkan ke kantor Bea Cukai terdekat. Tidak harus datang langsung ke kantor, dapat juga diinformasikan ke Bea Cukai melalui berbagai jalur informasi yang ada.
Jika lokasinya di provinsi DIY, silakan informasikan ke Bea Cukai Yogyakarta melalui:
WA : 0811-2831-051
Instagram : @beacukaiyogyakarta
Telepon : (0274) 489405 ext.111
Email : [email protected] (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun