Pilur Serentak Gunungkidul, 91 Calon Bertarung di 31 Kalurahan
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Calon Jemaah haji asal Kabupaten Sleman mendapatkan kelonggaran untuk melunasi biaya perjalanan ibahdah hingga 5 April 2024. Seharusnya, pelunasan paling lambat dilakukan pada 26 Maret, namun Kementerian Agama memperpanjang waktu pembayaran.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama Sleman, Siti Noor Imamah mengatakan, tahun ini Kabupaten Sleman mendapatkan kuota haji sebanyak 1.133 jemaah. Adapun yang sudah melunasi biaya perjalanan tahap pertama sebanyak 942 orang. Adapun sisanya sebanyak 63 calon haji ikut pelunasan tahap kedua.
Pembayaran tahap kedua ini diperuntukan bagi calon yang pembayarannya gagal sistem di tahap satu sebanyak dua orang, pendamping lansia 11 orang. Selain itu ada 50 orang dari kategori penggabungan mahrom.
“Pembayaran tahap kedua sudah dibuka mulai 13-26 Maret 2024. Kendati demikian, Kementerian Agama memutuskan memperpanjang hingga 5 April,” kata Siti, Senin (1/4/2024).
Dia berharap, masa perpanjangan ini bisa dimaskimal mungkin dimanfaatkan calon Jemaah untuk segera melunasi pembayaran. Pasalnya, jika tidak melunasinya maka bisa dicoret dari kepesertaan haji di tahun ini.
Menurut dia, saat pelunasan tahap pertama seharusnya ada 1.133 jamaah yang melunasi. Namun hingga batas pembayaran ditutup hanya 942 orang yang melunasi.
“Jadi ada 191 calon jamaah yang gagal berangkat tahun ini. Slot yang kosong kemudian diisi oleh calon yang masuk pembayaran tahap dua sebanyak 63 orang. Sedangkan sisa kuota 128 jemaah akan diberikan ke calon Cadangan yang telah melunasi sehingga yang diberangkatkan tetap 1.133 jemaah,” katanya.
Disinggung mengenai calon Cadangan, Siti mengakui tidak ada masalah karena sudah ada 250an calon yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji. “Jadi calon Cadangan siap mengganti, bagi yang tidak bisa berangkat tahun ini,” katanya.
Kepala Kemenang Sleman, Sidik Pramono berharap proses persiapan penyelenggaran ibadah haji dapat berjalan lancar. Hal ini bertujuan agar seluruh jamaah dapat berangkat sesuai dengan jadwalnya.
BACA JUGA : Dapat Kuota Tambahan, Haji Indonesia pada 2024 Terbesar Sepanjang Sejarah
Untuk persiapan selain adanya proses pelunasan biaya ibadah, juga ada dilakukan penyiapan akomodasi selama di Tanah Suci mulai dari paspor hingga visa. Selain itu, juga ada cek Kesehatan dan vaksin, serta ada rencana dilakukan manasik haji.
“Mudah-mudahan semua diberikan kelancaran, Kesehatan dan keselamatan sehingga pelaksanaan ibadah Haji dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.