Pengiriman Chip HP Turun 15 Persen, Qualcomm & MediaTek Tersungkur
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Ilustrasi penyakit - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Dinkes Bantul meminta kepada warga untuk terus mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD), diabetes, kadar kolesterol tinggi, diare, hingga asam lambung saat dan usai Lebaran 2024.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengungkapkan, ada pergerakan kasus DBD dalam tiga bulan terakhir. Meski ada peningkatan, kasus DBD di Bantul masih terkendali, sebab sampai kini belum ada yang meninggal dunia karena DBD.
"Untuk jumlah kasus sampai akhir Maret, ada 76 kasus DBD. Untuk data April 2024 saat ini masih berjalan,”kata Samsu, di Kantor Dinkes Bantul, Rabu (3/4/2024).
Menurut Samsu, jumlah DBD pada triwulan 2024 kali ini masih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Di mana, pada triwulan pertama 2023 ada lebih dari 100 kasus DBD.
“Meskipun lebih rendah, kami tetap imbau masyarakat untuk waspada dan menerapkan pola pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kami pun tetap melaksanakan fogging. Tapi, itu menjadi alternatif terakhir kalau memang ditemukan sebaran kasus dalam taraf tidak wajar," papar Samsu.
BACA JUGA: Puskesmas di Bantul Tetap Buka saat Libur dan Cuti Lebaran 2024
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Anugrah Wiendyasari, mengatakan, selain DBD ada penyakit lain yang juga perlu diwaspadai saat dan usai Lebaran, yakni diabetes, kadar kolesterol tinggi, diare, dan asam lambung. Sebab, ada perubahan pola makan saat Lebaran.
"Selain itu, saat Lebaran kan banyak makanan yang manis-manis, mengandung kadar garam dan minyak yang banyak. Nah itu perlu diwaspadai, karena berpotensi menimbulkan sejumlah penyakit," kata Anugrah.
Untuk mencegah terjadinya potensi penyakit tersebut, Anugrah meminta masyarakat bisa menerapkan gizi seimbang terkait pembatasan konsumsi yang mengandung gula, garam dan minyak. Masyarakat diminta untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan rendang, opor, dan sebagainya. Selain itu, masyarakat juga harus mengontrol konsumsi makanan yang pedas-pedas dan tidak bersih.
“Perlu juga waspada adanya diare. Kami juga minta konsumsi soda juga diatur dan tidak berlebihan, karena berpotensi meninbulkan asam lambung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Dua anak pejuang leukemia menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. BPJS Kesehatan membantu meringankan biaya terapi sehingga keluarga fokus mendampingi.
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.