Gandeng 13 Perusahaan, Pemkab Kulonprogo Minta Warganya Diserap Dunia Kerja

Triyo Handoko
Triyo Handoko Jum'at, 05 April 2024 19:17 WIB
Gandeng 13 Perusahaan, Pemkab Kulonprogo Minta Warganya Diserap Dunia Kerja

Suasana foto bersama setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Kulonprogo dan 13 perusahaan yang beroperasi di Bumi Binangun untuk menurunkan angka pengangguran./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 13 perusahaan di Bumi Binangun menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkab Kulonprogo terkait dengan penyerapan tenaga kerja. Kerja sama keduanya ini agar tingkat pengangguran di Bumi Binangun turun.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan pada Rabu (3/4/2024) yang nantinya dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama. Selain agar tingkat pengangguran turun, Pemkab Kulonprogo juga menerima masukan supaya tenaga kerja lokal dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada.

Penjabat Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut penyerapan tenaga kerja warga lokal ke perusahaan yang beroperasi di Bumi Binangun sekitar 60-70%. "Ini akan kami tingkatkan lagi, supaya angka pengangguran dapat turun, termasuk dengan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dan skill-nya agar link and match," ujarnya, Jumat (5/4/2024).

Ni Made menyebut forum nota kesepahaman baru awalan penjajakan kerja sama agar saling memahami kebutuhan satu sama lain. "Setelah ini akan dilakukan perjanjian kerja sama yang sifatnya lebih teknis, nanti akan ditindaklanjuti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Disnakertrans]," ujar dia.

Perjanjian kerja sama yang akan dilakukan, jelas Ni Made, tidak mematok ketentuan khusus alokasi tenaga kerja. "Belum sampai kuota tenaga kerja yang mesti terserap, baru sampai membangun kesepahaman agar ada link and match itu tadi," katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Bambang Sutrisno menyebut pihaknya selanjutnya menyiapkan pelatihan agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan industri. "Supaya skills yang dibutuhkan industri ini dapat dipenuhi warga lokal," ungkapnya.

BACA JUGA: Banyak Pengangguran Terdidik di Jogja

Bambang menyebut 13 perusahaan yang bekerja sama dengan pihaknya dalam penyerapan tenaga kerja itu dari berbagai sektor dari perbankan hingga manufaktur. "Ada yang BUMD juga, yang swasta juga ada, semuanya saling bersinergi," terangnya.

Perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman itu antara lain PT Sung Chang Indonesia, PT Putra Patria Adikarsa, PT Toto Jogko Abadi Jaya, CV Karya Hidup Sentosa, PT Khotis Jawa Indonesia, hingga Morazen Yogyakarta. Selain itu juga ada Tiara Catering, PT Anggun Kreasi Garmen, Perumda BPR Bank Kulon Progo, Perumda Air Minum Tirta Binangun, Perumda Aneka Usaha , PT Selo Adikarto dan Bank BPD DIY.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online