Kemenag Kulonprogo Rilis Penetapan Hari Raya Idulfitri dan Aturan Takbir Takbir Keliling

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Selasa, 09 April 2024 10:27 WIB
Kemenag Kulonprogo Rilis Penetapan Hari Raya Idulfitri dan Aturan Takbir Takbir Keliling

Ratusan umat muslim mulai melaksanakan salat Iduladha, di Lapangan Triharjo, Wates, Selasa (21/8/2018). /Harian Jogja- Uli Febriarni

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo merilis informasi terkini mengenai penetapan Hari Raya Idulfitri dan aturan takbir di kabupaten tersebut.

Dikutip dari Rakor Forkopimda Menjelang Idulfitri 1445H Kabupaten Kulonprogo 2024, melalui data hisab awal bulan Syawal 1445H markaz rooftof Graha Angkasa Pura 1 Bandara YIA Kulonprogo DIY posisi hilal saat ghurub pada Selasa, 9 April 2024. Adapun hasil pengamatan tersebut seperti berikut:

Konjungsi: Selasa, 9 April 2024 @01:22 WIB

Tinggi Hilal Hakiki: 05º43’17”

Tinggi Hilal Mar’I: 06º17’17”

Elongasi: 08º47’47”

Lama diatas ufuk: 00:28:08

Iluminasi: 0.7 %

Umur Hilal: 16:18:12

Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idulfitri pada Rabu, 10 April 2024. Dari data Rakor Forkopimda Menjelang Idulfitri 1445H Kabupaten Kulonprogo 2024, besar kemungkinan Idulfitri 1445H jatuh pada hari yang sama.

Baca Juga

Tak Cuma Indonesia, Begini Uniknya Perayaan Idulfitri di Negara-Negara Ini

8 Ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 2024, Ada Bahasa Inggris hingga Bahasa Jawa

Perayaan Idulfitri Persyarikatan Muhammadiyah Tahun Ini Diprediksi Tak Berbeda dengan Pemerintah

Terkait dengan hal tersebut, salat Idulfitri 1 Syawal 1445 Hijriyah/2024 Masehi dapat diadakan di masjid, Musala, dan lapangan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No.1/2024

Tak hanya itu, Kantor Kemenag Kulonprogo juga berpesan agar materi khotbah Idulfitri disampaikan dengan menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak bermuatan politik praktis

Mengenai takbir Idulfitri 1445H sesuai SE Menteri Agama No.1/2024 dapat dilaksanakan di masjid, musala, dan tempat lain dengan ketentuan mengikuti SE Menteri Agama No.5/2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

Soal takbir keliling sesuai SE Menteri Agama No.1/2024 dilakukan mengikuti ketentuan peraturan pemerintah setempat dan aparat keamanan dengan tetap menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan menjaga ukhuwah islamiyah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online