Epson Indonesia Perkuat Komitmen Pelanggan melalui Customer Day 2026 di 50 Lokasi
Memperingati Hari Pelanggan Nasional, Epson Indonesia kembali menyelenggarakan Epson Customer Day 2026 pada 3–4 September 2026
Para peserta Pelatihan Kuliner Pokdarwis Rejowinangun berfoto bersama seusai mengikuti pelatihan hari terakhir, Kamis (2/5/2024)./Harian Jogja
JOGJA—Sebanyak 25 warga Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, mengikuti Pelatihan Kuliner Pokdarwis Rejowinangun di Balai RW10, Kelurahan Rejowinangun, Kamis (2/5/2024).
Pelatihan yang digelar selama tiga hari ini untuk mendukung potensi wisata di wilayah ini. Pelatihan kuliner ini merupakan aspirasi dari warga yang diusulkan melalui DPRD DIY, kemudian dilaksanakan bersama Dinas Pariwisata (Dispar) DIY.
Ditemui di lokasi pelatihan, anggota Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafii menjelaskan pelatihan kuliner ini bertujuan memberi daya dukung potensi wisata yang ada di Kelurahan Rejowinangun. “Salah satu aspek penting dalam pariwisata yaitu kuliner. Kami berharap warga yang tergolong memiliki usaha mikro dan kecil bisa terlibat dalam pengembangan pariwisata di Jogja, salah satunya dengan membekali, serta memberi kompetensi khususnya dari bidang kuliner,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat memotivasi para peserta yang kebanyakan merupakan ibu-ibu, baik secara mandiri maupun kelompok untuk membuat usaha kuliner. Jika sudah memiliki usaha kuliner, diharapkan bisa lebih berkembang lagi.
Rejowinangun dipilih menjadi salah satu tempat pelatihan kuliner karena adanya usulan dari warga melalui DPRD DIY. “Selain itu, warga Rejowinangun sudah memiliki potensi yang berkembang sebelumnya, yakni tumbuhnya kampung wisata dan pokdarwis di kelurahan. Ini salah satu potensi yang mendukung, supaya kegiatan yang kami adakan memiliki daya manfaat yang panjang,” katanya.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA, Hermawan Prasetyanto. Hermawan menuturkan Rejowinangun merupakan Kampung Wisata Kota Jogja yang cukup maju. Olahan yang dipilih dalam pelatihan ini menekankan pada potensi lokal.
Meski menyesuaikan potensi lokal, tetapi olahan yang dibuat tetap di-upgrade dalam penyajian, teknis memasak, bahan-bahannya dan sebagainya. “Mengedepankan potensi lokal, makanan apa yang potensial di sini, hanya kami upgrade di beberapa hal,” katanya.
BACA JUGA: Pelatihan Digital Kulonprogo, Pemkab Kolaborasi dengan Kominfo
Pada hari terakhir pelatihan kuliner yakni Kamis, para peserta diajarkan membuat beberapa olahan, yakni seafood kelapa muda, sapi dan ayam lada hitam, chicken drum stick dan sup buah. “Hari terakhir ini kami mencoba membuat hidangan yang sedikit menengah ke atas,” kata dia.
Dia menjelaskan chicken drum stick merupakan sayap ayam yang digoreng dengan model penyajian ala hotel dan restoran. Sedangkan seafood kelapa muda, dibuat dengan memasak seafood terlebih dahulu kemudian dimasukkan dalam kelapa muda dan dibakar.
Para peserta, menurutnya, sangat antusias dalam mengikuti pelatihan kuliner ini. Mereka yang kebanyakan sudah memiliki usaha kuliner dengan cepat menyerap pelajaran yang diberikan. “Bagus banget semangatnya, dari awal sampai akhir. Karena sudah terbiasa memproduksi, apa yang kami ajarkan mudah diterima,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memperingati Hari Pelanggan Nasional, Epson Indonesia kembali menyelenggarakan Epson Customer Day 2026 pada 3–4 September 2026
Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC terkena sanksi pengurangan dua poin akibat perubahan home base setelah Club Licensing Cycle 2025/2026 ditutup.
Progres sejumlah proyek jalan kabupaten Sleman melampaui rencana. Jalan Turi-Gondoarum mencatat deviasi positif 55,96 poin persentase.
File penting terhapus di laptop? Simak cara mengembalikan file di Windows dan Mac menggunakan Undo, Recycle Bin atau Trash, hingga aplikasi pemulihan data.
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.