Mensos: 45 Persen Data Penerima PKH dan Sembako Tak Tepat Sasaran
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan pembukaan Haraku Ramen di Pakuwon Mall Jogja, Senin (3/8/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan pembukaan Haraku Ramen di Pakuwon Mall Jogja, Senin (3/8/2026). Kehadiran restoran ramen Jepang bersertifikat halal ini menjadi salah satu investasi baru di sektor kuliner yang mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sleman karena dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menambah pilihan destinasi kuliner di wilayah tersebut.
Restoran yang mengusung konsep ramen Jepang halal tersebut hadir untuk memenuhi tingginya minat masyarakat, terutama kalangan generasi muda, terhadap sajian kuliner mancanegara yang berkualitas.
Harda menyampaikan kehadiran restoran ini menjadi warna baru bagi perkembangan industri kuliner di Sleman. Menurutnya, investasi di sektor makanan dan minuman juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
"Selama ini kan kita mengenal mi Jawa. Nah ini saya kaget, kalau nama Jepangnya itu Haraku Ramen. Kalau Jawa ini mi Jawa, mi Jepang yang hadir di Jogja. Ini bagian dari kekinian, utamanya bagi generasi muda. Mudah-mudahan Haraku Ramen bisa diterima oleh masyarakat Jogja dan sekitarnya," ujar Harda.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberikan kepastian bagi investor yang menanamkan modalnya di wilayah tersebut.
"Tentu kami menjamin investasi ini aman," katanya.
Usai meresmikan gerai, Harda turut mencicipi salah satu menu ramen yang disajikan. Ia menilai kualitas hidangan yang disuguhkan memiliki cita rasa yang baik dan berpotensi menarik minat pencinta kuliner.
"Saya lihat penyajiannya enak semua ini. Mi-nya saja rasanya enak, telurnya merah merona. Sekali lagi, Pemerintah Kabupaten Sleman matur nuwun sangat atas investasi Haraku Ramen di Pakuwon Mall Jogja," terangnya.
Utamakan Sertifikasi Halal
Brand Marketing Manager Haraku Ramen, I Dewa Gere Ari, mengatakan seluruh produk Haraku Ramen telah mengantongi sertifikat halal. Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman sekaligus menjamin kualitas produk kepada konsumen.
"Kami memang merasa sertifikat halal itu penting. Bukan hanya membuat hati tenang untuk customer kita yang memeluk agama Islam, tapi kami menyadari betul bahwa proses untuk mendapatkan sertifikat halal itu melalui proses yang sangat ketat dan panjang," jelas Dewa.
Ia menjelaskan seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga penyajian, telah memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam sertifikasi halal sehingga dapat dinikmati masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dengan dibukanya gerai di Pakuwon Mall Jogja, masyarakat Sleman maupun wisatawan kini memiliki alternatif baru untuk menikmati ramen Jepang berkuah gurih dengan sertifikasi halal dan harga yang terjangkau.
President Director ISMAYA Group, Cendyarani, menilai Jogja memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis kuliner. Selain dikenal memiliki budaya kuliner yang kuat, masyarakat Jogja juga dinilai terbuka terhadap berbagai konsep restoran baru.
Menurutnya, pembukaan Haraku Ramen untuk pertama kalinya di Jogja menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman menikmati ramen halal kepada masyarakat Indonesia.
"Ini bisa menjadi destinasi ramen halal favorit bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung, serta menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati waktu bersama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Realisasi pembangunan fisik Bantul baru 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD meminta Pemkab mempercepat proyek infrastruktur, terutama perbaikan jalan.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.