PIT IAGI di Jogja, Ahli Geologi Soroti Mitigasi Bencana hingga Pelestarian Geoheritage

Sunartono
Sunartono Senin, 02 November 2026 17:42 WIB
PIT IAGI di Jogja, Ahli Geologi Soroti Mitigasi Bencana hingga Pelestarian Geoheritage

IAGI menggelar PIT ke-55 dan GEOSEA XIX di Jogja pada 2–5 November 2026, membahas sumber daya geologi, mitigasi bencana, dan geoheritage. /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-55 bersamaan dengan GEOSEA XIX Convention & Exhibition 2026 pada 2–5 November 2026. Berlangsung di Royal Ambarrukmo, Jogja, forum ini membahas pengelolaan sumber daya geologi, mitigasi bahaya geologi, hingga pelestarian warisan geologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut mempertemukan ahli geologi, peneliti, akademisi, regulator, dan pelaku industri dari Indonesia serta negara-negara Asia Tenggara. Mereka berdiskusi mengenai pemanfaatan ilmu geologi untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus mendukung kebijakan publik yang berkelanjutan.

PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX mengusung tema Harmonizing Georesources, Geohazard and Heritage Conservation to Promote Sustainable Development. Tema tersebut menekankan pentingnya menyelaraskan pemanfaatan sumber daya geologi, pengurangan risiko bencana, dan perlindungan warisan geologi.

Sejumlah isu yang menjadi pembahasan utama meliputi pemanfaatan sumber daya mineral dan energi, penguatan ketahanan energi, pengurangan risiko bencana geologi, serta perlindungan lingkungan dan geoheritage.

Rangkaian kegiatan mencakup sesi pleno yang menghadirkan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kepala SKK Migas. Selain itu, agenda CEO Talks akan menghadirkan pimpinan industri mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, serta panas bumi.

Forum tersebut juga diisi presentasi hasil penelitian, pameran teknologi kebumian, dan publikasi ilmiah. Melalui berbagai agenda itu, peserta diharapkan dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan ilmu serta penerapan teknologi geologi.

Ketua Umum Pengurus Pusat IAGI, STJ Budi Santoso, mengatakan forum ini menjadi ruang untuk menyatukan pengetahuan, pengalaman lapangan, dan inovasi di bidang geologi. Penyatuan berbagai perspektif tersebut diharapkan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan.

"Kegiatan ini merupakan forum pertemuan para ahli geologi, akademisi, praktisi industri, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, gagasan, dan pengalaman terkait perkembangan serta tantangan di bidang kegeologian," katanya, Senin (2/11/2026).

Melalui rangkaian seminar ilmiah, diskusi, pameran, dan berbagai agenda pendukung, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor kegeologian dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan regional.

Dalam rangkaian acara, IAGI juga meluncurkan Indonesian Society for Geothermal Geology (ISGG), serta buku mengenai air tanah dan geoheritage.

Selain peluncuran tersebut, IAGI memprakarsai pembangunan Monumen Arie Frederik Lasut di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Peletakan batu pertama monumen dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap perintis geologi dan pertambangan Indonesia.

Melalui penyelenggaraan PIT ke-55 dan GEOSEA XIX, IAGI berharap kolaborasi akademisi, pemerintah, dan industri semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperbesar kontribusi ilmu kebumian dalam pengelolaan sumber daya alam, pengurangan risiko bencana, serta pelestarian warisan geologi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online