Kali Kuning Sleman Diperkuat, Tebing Rawan Erosi Diperbaiki

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 30 September 2026 14:47 WIB
Kali Kuning Sleman Diperkuat, Tebing Rawan Erosi Diperbaiki

Talut beronjong yang dibangun di sekitar Sungai Kali Kuning, Padukuhan Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman yang telah selesai dibangun. Ist/ DPRD DIY

Harianjogja.com, JOGJA— Meski wilayah DIY masih menghadapi kemarau panjang, Komisi C DPRD DIY mulai menyiapkan pengamanan sejumlah sungai untuk menghadapi musim hujan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah tebing Sungai Kali Kuning di Padukuhan Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman.

Pengecekan dilakukan Komisi C DPRD DIY bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) pada Jumat (25/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan setelah pembangunan talut beronjong di lokasi yang sebelumnya mengalami erosi dinyatakan rampung.

Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro mengatakan kesiapan infrastruktur pengamanan sungai perlu dipastikan sebelum debit air meningkat. Pemeriksaan Kali Kuning juga menjadi kelanjutan dari peninjauan yang sebelumnya dilakukan ketika erosi terjadi pada awal tahun.

Talut Beronjong 74 Meter

Talut yang dibangun untuk memperkuat tebing Kali Kuning tersebut memiliki panjang 74 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter. Bangunannya menggunakan beronjong kawat yang diisi batu kali dan ditempatkan pada titik tebing yang sebelumnya mengalami erosi.

Erosi terjadi pada 23 Januari 2026. Saat itu, tebing sungai yang tergerus menimbulkan risiko terhadap badan jalan di sekitar permukiman warga apabila kerusakan terus meluas.

Karena itu, pembangunan pengamanan tebing dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan curah hujan dan debit Kali Kuning. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan tebing yang berpotensi berdampak terhadap jalan maupun permukiman.

“Alhamdulillah, pembangunan pengamanan tebing dengan beronjong ini sudah terlaksana dengan baik. Kami berterima kasih kepada Balai Besar yang telah bekerja sama dan merespons kebutuhan masyarakat,” kata Nur.

Cegah Erosi dan Longsor

Anggota Komisi C DPRD DIY Cintya Amanda Labetta Arie Seno mengatakan pengecekan pada Jumat (25/9/2026) merupakan bagian dari pemantauan lanjutan setelah erosi terjadi pada awal tahun.

Menurut dia, Komisi C ingin memastikan penanganan yang sebelumnya dibutuhkan di lokasi tersebut benar-benar telah terealisasi. Pembangunan talud menjadi bagian dari upaya memperkuat tebing Kali Kuning sebelum kondisi sungai berubah saat musim hujan.

“Talud bronjong sepanjang 74 meter ini diharapkan dapat mencegah erosi dan longsor serta mengurangi risiko luapan air yang mengancam jalan dan permukiman warga,” ujarnya.

Bangunan pengamanan itu dirancang untuk memperkuat tebing sekaligus mengurangi dampak arus Kali Kuning ketika debit sungai meningkat. Dengan panjang 74 meter dan tinggi 3 meter, pekerjaan talud bronjong di titik yang sebelumnya mengalami erosi tersebut kini telah diselesaikan.

Rampungnya pembangunan talud menjadi salah satu persiapan menghadapi perubahan kondisi sungai ketika musim hujan tiba. Komisi C DPRD DIY bersama BBWSSO juga memastikan hasil pembangunan di lokasi tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan pengamanan tebing yang sebelumnya terdampak erosi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online