UMKM DIY Capai 347.744 Unit, Hanya 2%-3% Naik Kelas
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti./Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja pada Senin (2/11/2026) menjadi perbincangan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, meminta kepolisian memperkuat koordinasi dengan pihak terkait sebelum melakukan langkah pengamanan di kawasan tersebut.
Ni Made menyampaikan Pemda DIY menghargai dan memahami tugas kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah. Namun, pemasangan kawat berduri perlu menjadi perhatian karena dilakukan di kawasan cagar budaya.
Terlebih, Pemda DIY maupun Keraton Yogyakarta mengaku tidak menerima pemberitahuan atau koordinasi mengenai pemasangan tersebut. Ni Made berharap ke depan komunikasi antara kepolisian dan pihak terkait dapat diperkuat agar langkah pengamanan bisa dilakukan dengan pendekatan yang tepat.
"Mungkin perlu penekanan dari sisi koordinasi, karena kami juga sudah kontak ke Keraton juga, apakah ini menjadi, ternyata tidak. Ini inisiatif dari kepolisian sebagai simulasi menjaga kawasan," ujar Ni Made di Kompleks Kepatihan, Selasa (3/11/2026).
Sekda DIY Minta Pengamanan Lebih Persuasif
Ni Made kembali menekankan pentingnya koordinasi agar upaya pengamanan tidak menimbulkan kesan penjagaan yang berlebihan di mata masyarakat. Menurutnya, langkah persuasif perlu dikedepankan sehingga potensi kesalahpahaman dapat diantisipasi.
"Sehingga ketika ada langkah-langkah persuasif yang dilakukan, ini kami bisa mengantisipasi hal-hal yang mungkin dianggap sebagai persepsi terjadinya penjagaan yang berlebihan," jelasnya.
Ia juga menegaskan Pemda DIY tidak menerima pemberitahuan maupun koordinasi sebelum pemasangan kawat berduri dilakukan. Ni Made mengaku baru mengetahui informasi tersebut melalui media sosial.
"Belum, belum. Kami baru tahunya dari Medsos, kemudian kami kan juga kontak ke keraton juga keraton tidak tahu. Jadi, ini mungkin murni dari inisiatif untuk mungkin simulasi ya, penjagaan," kata Ni Made.
Kawat Berduri Dinilai Berpotensi Ganggu Kenyamanan Wisatawan
Lebih lanjut, Ni Made menilai pemasangan kawat berduri perlu dievaluasi bersama karena berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan. Kawasan Titik Nol berada di kawasan Sumbu Filosofi yang menjadi salah satu ruang kunjungan masyarakat dan wisatawan.
Menurutnya, langkah pengamanan di kawasan Sumbu Filosofi, termasuk Malioboro, perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait. Pendekatan humanis dinilai penting agar tindakan preventif tetap dapat diterima masyarakat maupun wisatawan.
"Banyak pengunjung, banyak wisatawan, jadi bagaimana kemudian ketika akan dilakukan tindakan-tindakan preventif dan lain-lain itu mungkin perlu ada koordinasi yang seperti humanis yang bisa diterima oleh semua, seperti itu," katanya.
Ni Made berharap koordinasi yang lebih baik dapat mendorong pelaksanaan pengamanan tanpa mengabaikan karakter kawasan cagar budaya dan kenyamanan pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.
Disperindag DIY menggelar pasar murah di tiga lokasi Kulonprogo pada 3–5 November 2026 dengan total distribusi 14 ton bahan pokok.
Ombudsman RI meminta Polri mengevaluasi penggeledahan pesantren putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan HAM bagi santriwati.
Lama tinggal wisman di DIY pada triwulan III 2026 hampir 3 hari. Belanja wisman di Indonesia juga naik 6,96% secara kuartalan.
NTSB menyelidiki kecelakaan Learjet 60 di Florida yang menewaskan sembilan orang. Seluruh identitas korban telah diketahui.
Ferry Hongkiriwang mengungkap aliran uang Rp50 miliar dari Tan Kian dalam sidang Febrie Adriansyah. Febrie dan Nurman membantah tuduhan tersebut.