180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Pegiat UMKM Jogja Arya Ariyanto saat mengikuti kegiatan Donor Darah Bakpia Jogkem dan Joxzin Lawas ke-7 di Outlet Bakpia Jogkem Alkid, Jl. Langenastran Lor, Panembahan, Kraton, beberapa waktu lalu. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jogja memiliki potensi besar untuk naik kelas dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian lokal.
Penggiat sekaligus pelaku UMKM di Jogja, Arya Ariyanto mengatakan untuk mencapai hal itu ada sejumlah tantangan yang harus diatasi seperti kurangnya konsistensi dan komitmen dari pelaku UMKM. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan kuat pemerintah serta pihak terkait lainnya, lanjutnya, UMKM Jogja dapat melangkah maju bersaing di tingkat lebih tinggi.
"Pendampingan yang efektif harus mampu memperkuat komitmen dan konsistensi para pelaku UMKM. Ini bisa dilakukan melalui pembinaan manajerial, pelatihan keterampilan atau pengembangan jaringan kerja yang kokoh," ujar Arya melalui keterangan persnya, Selasa (7/5/2024).
BACA JUGA: Pelaku UMKM Kuliner di DIY Diedukasi Mengurus Sertifikasi Halal
Dirut PT Jogkem Grup dan saat ini juga tengah meramaikan bursa Balon Wakil Walikota Jogja itu mengatakan, bahwa pendampingan dari pemerintah seharusnya tidak hanya sebatas pada pelatihan dan menyelenggaraan pameran. Dia merinci, terdapat sejumlah penghambat dan kendala untuk naik kelas, yaitu rendahnya konsistensi dan komitmen pelaku UMKM Jogja.
"Ketika UMKM terus-menerus beralih dari satu bidang usaha ke bidang usaha lain dengan cepat, hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan dan kehilangan fokus," tandasnya.
Kendala lainnya adalah kerbatas sumber daya keuangan yang membuat UMKM sulit untuk menjaga konsistensi dalam operasional mereka. Kurangnya modal menghambat investasi dalam bahan baku berkualitas atau pengembangan produk baru, yang pada gilirannya dapat mengganggu aliran produksi dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
"Tak hanya itu, persaingan di pasar tenaga kerja yang ketat juga menjadi tantangan besar," ujar Arya.
UMKM sering kesulitan merekrut dan mempertahankan karyawan yang berkualitas. Kurangnya personel dapat membebani sisa staf yang ada dan mengganggu produktivitas, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas produk dan layanan yang ditawarkan.
Selain itu, UMKM juga mengandalkan pemasok untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mereka. Namun, ketidakstabilan dalam pasokan bahan baku dapat mengganggu aliran produksi dan menyebabkan penundaan dalam pengiriman produk kepada pelanggan.
"Faktor-faktor seperti fluktuasi harga, keterlambatan pengiriman, atau bahkan kualitas bahan baku yang buruk bisa menjadi penyebab utama masalah ini," katanya.
Dengan tekad dan kerja keras, kata Arya, UMKM terus berusaha untuk mengatasi kendala-kendala ini demi meraih kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam dunia usaha yang kompetitif.
Pegiat UMKM Jogja Arya Ariyanto saat mengikuti kegiatan Donor Darah Bakpia Jogkem dan Joxzin Lawas ke-7 di Outlet Bakpia Jogkem Alkid, Jl. Langenastran Lor, Panembahan, Kraton, beberapa waktu lalu. Ist
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.
Polisi memburu WNA berinisial C yang diduga memerintahkan peredaran 400 unit etomidate senilai Rp2,8 miliar di kawasan PIK I, Jakarta Utara.
Kenali arti shadowban Instagram, tanda jangkauan menurun, penyebab pembatasan rekomendasi, serta cara memeriksa Status Akun dan memperbaikinya.
Penjualan Daihatsu mencapai 109 ribu unit hingga September 2026. Gran Max menyumbang 56.230 unit, disusul LCGC dan Terios.
Bapanas menyebut cadangan beras pemerintah mencapai 4,5 juta ton untuk mengantisipasi El Nino. Cadangan jagung, minyak goreng, dan pangan lain juga disiapkan.