Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Garis polisi terpasang di lokasi kejadian, di Patehan, Kraton, Selasa (7/5/2024)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA–Dua pekerja bangunan tertimpa dak atau cor beton dan tumpukan genteng saat sedang membongkar rumah di jalan Nagan Kidul, Patehan, Kraton, Selasa (7/5/2024) pagi. Satu orang meninggal dunia akibat kejadian ini.
Tetangga rumah yang roboh, Yani, menjelaskan kejadian ini berlangsung pada sekitar 08.30 WIB. “Tadi dengar suara teriak tolong, langsung makbrug, saya lihat udah ada banyak orang. Suaranya keras sampai bergetar,” ujarnya.
Rumah tersebut memang sedang dibongkar dan pemiliknya tidak berada di lokasi. Saat kejadian, dua pekerja bangunan di lokasi menjadi korban tertimpa dak, satu orang luka-luka, satu orang meninggal di tempat. “Ketimpaan genteng [dan dak] yang meninggal,” katanya.
Dua pekerja tersebut sedang dalam posisi di bawah dak sebelum kejadian. Sementara di atas dak terdapat tumpukan genteng yang sudah dibongkar. Dak itu runtuh lantaran memang sudah rapuh. “Karena tidak ada cokrokannya, jadi dibongkar dikit ambruk,” ungkap tetangga yang lain, Yuli.
Warga tidak bisa langsung mengevakuasi karena harus menggunakan alat berat untuk mengangkat dak dan tumpukan genteng yang runtuh. Evakuasi baru bisa dilakukan sekitar pukul 09.45 WIB setelah petugas dari BPBD dan Damkarmat Kota Jogja tiba di lokasi.
BACA JUGA: Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Landa Pacitan, BMKG Jelaskan Penyebabnya
Berdasarkan assessment Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, korban meninggal bernama Maryono, 25, dibawa ke RS Bhayangkara. Sedangkan korban luka Sencaki Mahendra, 47, dengan kondisi suspek fraktur terbuka, dibawa ke RS Panti Rapih.
Keduanya bukan merupakan warga setempat, melainkan pekerja bangunan yang dibawa oleh pemborong yang mengerjakan pembongkaran rumah tersebut. Rumah yang dibongkar terdiri dari dua lantai dengan luas 3X6 meter persegi. Setelah kejadian ini pembongkaran pun dihentikan sementara.
Yuli menuturkan pembongkaran rumah sudah dilakukan sehari sebelumnya. Beberapa warga di sekitar lokasi ini memang sedang membongkar rumahnya, karena lahannya dibebaskan oleh Pemda DIY untuk proyek revitalisasi Benteng Kraton. Sebagian warga terdampak proyek sudah pindah, sebagian belum.
“Belum semua, sebagian ada yang belum pindah. Masih di sini, tapi sudah mau pindah karena sudah dapat pepunggah, jadi harus pindah. Semua harus dikosongkan, karena nemplek beteng jadi harus dikosongkan buat revitalisasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur