Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Miniatur Sumbu Filosofi di selatan Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih, Jogja, Selasa (21/1/2023)./Harian Jogja-Budi Cahyana
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mulai menyosialisasikan penyusunan Disaster Risk Management Plan (DRMP) atau rencana manajemen risiko kebencanaan di kawasan Sumbu Filosofi. Hal ini adalah salah satu rekomendasi dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).
Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono mengatakan, penyusunan DRMP dilakukan untuk menjaga dan melindungi warisan dunia kawasan Sumbu Filosofi dari risiko bencana alam. Letaknya di wilayah yang rawan bencana menuntut pemerintah untuk bertindak cepat dan bijaksana dalam melindungi kawasan itu.
"Pengakuan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia adalah cerminan betapa berharganya warisan budaya yang dimiliki yang terangkum dalam 144 atribut warisan budaya yang saling terhubung, mulai dari upacara, hingga festival dan kesenian," kata Beny, Jumat (10/5/2024).
Beny menyampaikan, BPDB DIY telah menyelesaikan kajian mitigasi bencana bangunan cagar budaya. Sementara BPKSF Disbud DIY merampungkan kajian risiko bencana di kawasan Sumbu Filosofi. Hal yang sama juga dilakukan Direktorat Perlindungan Kebudayaan dengan mengadakan lokakarya tentang pengurangan risiko bencana untuk cagar budaya.
"Mari menjadikan kawasan Sumbu Filosofi ini sebagai tempat yang aman dan tahan terhadap risiko bencana, demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi yang akan datang," ungkapnya.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Manggar Sari menyampaikan, provinsi DIY secara umum dan kawasan Sumbu Filosofi secara khusus memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologi dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana. Baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia.
BACA JUGA: Desentralisasi Sampah, Pemda DIY: Hanya 11 Kalurahan yang Siap Kelola Mandiri
Menurutnya, Komite Warisan Dunia sebagai perwakilan komunitas internasional memberi perhatian khusus terhadap risiko bencana di kawasan Sumbu Filosofi Jogja. Hal ini tertuang dalam salah satu isi keputusan yang menyertai inskripsi Sumbu Filosofi Jogja, yaitu meminta Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan penyusunan rencana pengelolaan risiko bencana Sumbu Filosofi, termasuk menyiapkan berbagai pelatihan terkait kesiapsiagaan bencana.
"Salah satu upaya yang kami upayakan adalah penyelenggaraan cagar budaya tangguh bencana dan disinergikan ke dalam perencanaan dan pengelolaan cagar budaya pada semua tingkat pemerintahan," jelasnya.
Manggar menambahkan dibutuhkan pedoman umum yang akan menjadi acuan pelaksanaan budaya tangguh itu. Pemerintah nantinya diarahkan untuk menerapkan cagar budaya yang tanggap menghadapi bencana mulai dari tahap pra-bencana, keadaan darurat maupun pasca-bencana.
"Semoga rencana pengelolaan risiko bencana pada kawasan Sumbu Filosofi Jogja yang sedang disusun ini kelak akan menjadi acuan bagi semua pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan cagar budaya tangguh bencana sesuai dengan kewenangannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.