ETF Emas Resmi Meluncur di BEI, Pegadaian Jadi Underlying Provider
Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan mulai tercatat serta diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Pelaksanaan sosialisasi pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang dilaksanakan oleh DP3AP2 DIY di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Ngaglik, Senin (13/5/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menginisiasi pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
Upaya ini, salah satunya dilakukan dengan sosialiasasi di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Senin (13/5/2024).
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3AP2 DIY, Rofiqoh Widiastuti mengatakan pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak menjadi salah satu program untuk kesetaraan dalam pembangunan, khususnya di lingkup pemerintah kalurahan.
Diharapkan, seluruh kalurahan dan kelurahan di DIY bisa membentuk Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak sehingga kelompok masyarakat bisa merasakan keseteraan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan.
“Kami akan terus mendorong agar kalurahan menjadi desa yang benarbenar ramah terhadap perempuan dan peduli kepada anak,” kata Rofi saat ditemui, Senin.
Dia menjelaskan, di tahap awal pembentukan dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada perangkat kalurahan hingga tokoh masyarakat. Kali ini sosialisasi dilakukan di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik dengan melibatkan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Tentunya tidak hanya sebatas sosialisasi, tapi juga ada upaya pendampingan sehingga program bisa benar-benar diwujudkan,” katanya.
Rofi menjelaskan, untuk bisa menjadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, ada 10 indikator yang harus dipenuhi. Indikator pertama adanya pengorganisasian kelompok perempuan dan anak seperti forum anak desa maupun PKK.
Selanjutnya, ada data pilah antara perempuan dan anak yang harus dipenuhi. Pemilahan tidak hanya sebatas kelompok laki-laki dan perempuan, tetapi harus menyasar ke sektor pekerjaan, termasuk adanya pemilahan penerima PKH sesuai dengan kategori jenis kelamin.
Adapun indikator berikutnya ada regulasi yang dibentuk kalurahan berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu, dalam pelaksanaan juga harus didukung alokasi anggaran yang disediakan oleh pemerintah kalurahan.
“Selanjutnya ada keterwakilan perempuan yang menjadi pamong kalurahan atau lainnya. Terdapat pembinaan wirausaha perempuan, adanya program pengasuhan anak hingga ketiadaan kasus pernikahan dini maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.
BACA JUGA: Kelurahan Rejowinangun di Kota Jogja Dijadikan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Menurut Rofiqoh, beberapa indikator sudah dimiliki kalurahan. Hanya saja, dibutuhkan penyempurnaan agar program dapat benar-benar diwujudkan. “Intinya, 10 indikator ini harus terpenuhi dan kami siap mendampingi,” katanya.
Kamituwa Sinduharjo, Sri Ratnawati, menyambut baik adanya sosialiasi pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang dilakukan di DIY. Diharapkan dengan adanya program ini, maka kepedulian terhadap anak-anak dan perempuan di Kalurahan Sinduharjo dapat benar-benar bisa dijalankan.
“Dengan program ini harapannya bisa menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah terhadap perempuan dan peduli kepada anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan mulai tercatat serta diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.