BEDAH BUKU Pemikiran Gus Dur Tetap Relevan di Tengah Masyarakat
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Ketua Komisi D DPRD DIY, Koeswanto (berdiri) saat menyosialisasikan program kepemudaan Pemda DIY dan DPRD DIY di Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Senin (20/5/2024)./Catur Dwi Janati
SLEMAN—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY melalui Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) bekerja sama dengan DPRD DIY terus memperluas cakupan Sosialisasi Kepemudaan di DIY.
Ketua Komisi D DPRD DIY, Koeswanto, mengungkapkan agenda Sosialisasi Kepemudaan digelar oleh BPO dan DPRD DIY dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia yang telah memasuki bonus demografi.
Penduduk Indonesia, lanjut Koeswanto, dihuni 65% oleh kaum milenial yang lebih memahami soal teknologi informasi. Di samping itu, Indonesia juga menyongsong Indonesia emas di 2045.
"Sehingga perlu kami siapkan pemuda-pemudi untuk kami dorong, kami beri motivasi untuk bisa berusaha mandiri sehingga di 2045 saat Indonesia Emas mereka tidak bergantung pada pemerintah," kata Koeswanto, saat acara Sosialisasi Kepemudaan di Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Senin (20/5).
Tak hanya mendorong dan memberikan motivasi, pemerintah juga memberikan sejumlah solusi.
Solusi ini tertuang dalam berbagai program yang ada di sejumlah OPD. Masyarakat bisa mengakses program ini sesuai potensi masing-masing. "Pengangguran dan kemiskinan itu tanggung jawab pemerintah,” ujar dia.
Di BPO misalnya, terdapat pelatihan bisnis online yang dapat diakses masyarakat. Belum lagi berbagai pelatihan yang tersebar di sejumlah OPD lainnya, seperti pelatihan jasa katering, pelatihan penatu, pelatihan bordir, pelatihan jahit, pelatihan pertukangan kayu, pelatihan pertukangan kayu, perbengkelan las, perbengkelan motor, dan masih banyak lagi.
"Ada semua, kami sosialisasikan untuk mencarikan solusi bagi mereka. Karena dari pemerintah, khususnya di DIY, banyak sekali bantuan untuk pemberdayaan warganya. Sayang sekali kalau generasi muda tidak mengakses," ujar dia.
BACA JUGA: FASILITAS PEMERINTAH: Pemuda DIY Bisa Manfaatkan Program Kepemudaan
Dengan sosialisasi ini, Koeswanto mendorong para pemuda untuk mengakses program-program pemberdayaan tersebut. Sehingga setelah dilatih, dibekali keterampilan dan bahkan diberi peralatannya, generasi muda di DIY bisa mandiri.
Indonesia Emas
Mengingat pentingnya sosialisasi ini, Koeswanto berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan di berbagai wilayah di DIY. "Ini sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat, khususnya kaum milenial untuk siap menghadapi Indonesia Emas," tukasnya.
Senada, Kepala Seksi Pemuda BPO DIY, Rini Admiwati, menilai Sosialisasi Kepemudaan sangat penting untuk mengenalkan berbagai macam program dan kegiatan yang ada di OPD DIY.
“Harapannya, program-program pemberdayaan pemuda yang ada bisa banyak diakses. Sehingga mereka itu mendapatkan fasilitas yang tepat sesuai dengan minat dan bakatnya mereka.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.
Aston Villa vs Liverpool jadi laga penentuan Liga Champions. Salah comeback, ini prediksi skor dan susunan pemain.
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Timnas Swedia umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Isak, Elanga, dan Lindelof jadi andalan di Grup F.