Kurangi Gesekan, Unsur Kepemudaan Butuh Kegiatan Bersama

Media Digital
Media Digital Selasa, 21 Mei 2024 23:47 WIB
Kurangi Gesekan, Unsur Kepemudaan Butuh Kegiatan Bersama

Sosialisasi Kepemudaan 2024 di Joglo Pawirosumarto di Kalurahan Sidomoyo, Godean, Sleman, Selasa (21/5/2024)./David Kurniawan

SLEMAN—Gesekan antara unsur kepemudaan bisa diatasi dengan sejumlah cara.

Anggota Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan mendorong diadakannya jambore, kemah, atau kegiatan yang melibatkan unsur pemuda secara bersama-sama. Langkah ini sebagai upaya mengurangi gesekan di masyarakat yang melibatkan unsur kepemudaan.

“Bentrok, tawuran, atau gesekan terjadi karena pemuda tidak saling mengenal. Dengan kegiatan bersama, pemuda akan saling mengenal sehingga kasus-kasus klithih atau bentrok antar-pelajar bisa dihilangkan,” kata Sofyan saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kepemudaan di Joglo Pawirosumarto di Kalurahan Sidomoyo, Godean, Selasa (21/5/2024).

Menurut dia, silaturahmi antar kepemudaan akan banyak memberikan manfaat. Silaturahmi bisa menambah jaringan maupun wawasan. “Interaksi anak-anak [pemuda] hanya sebatas di sekolah masing-masing. Jadi, harus diperluas karena dengan terciptanya kebersamaan, hal-hal yang negatif bisa dicegah,” katanya.

Sofyan mengungkapkan Pemda DIY bersama-sama dengan DPRD DIY sedang membahas Raperda tentang Pembangunan Kepemudaan. Diharapkan dengan sosialisasi ini, peserta bisa memberikan masukan dan saran berkaitan dengan raperda yang sedang dibahas.

“Ini bisa menjadi panduan untuk arah pendampingan yang berkaitan dengan program-program kepemudaan,” katanya.

Kepala Seksi Pemuda, Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Rini Admiwati menilai Sosialisasi Kepemudaan sangat penting untuk mengenalkan berbagai macam program dan kegiatan yang ada di OPD DIY.

Hal ini juga menjadi bagian untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan anak-anak muda. Selain sosialisasi, digelar juga pelatihan pemasaran secara online yang bisa diakses para pemuda. Dia mempercayai program ini bisa menjadi modal untuk pengembangan terhadap usaha yang dimiliki.

“Tujuannya untuk bisa mandiri dan meningkatkan pendapatan pemuda. Jadi, kami terus berupaya agar potensi yang dimiliki anak muda bisa dimaksimalkan,” katanya.

BACA JUGA: Generasi Muda DIY Harus Dibekali Pendidikan Karakter yang Mumpuni

Menurut dia, pada saat pelatihan selesai, peserta akan mendapatkan bantuan laptop. Di tahun ini ada 202 kelompok yang mengikuti program ini. “Setiap kelompok ada tiga orang. Jadi, ada 606 laptop yang dibagikan ke peserta,” katanya.

Meski telah berjalan, ia mengakui kegiatan akan terus berlanjut sehingga peserta sosialisasi bisa mengikuti program pemasaran online. “Masih ada peluang dan bisa ikut untuk menambah keahlian yang dimiliki,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online