Pakar UGM Ungkap Stres Jadi Pemicu Dominan Penyakit Autoimun
Pakar UGM menjelaskan autoimun dipengaruhi genetik dan lingkungan. Stres, kelelahan, serta paparan matahari berlebih dapat memperparah kondisi.
Surat dari FIFA yang dikirim kepada PSS Sleman./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN -- Larangan transfer pemain bagi PSS Sleman telah usai dan resmi dicabut oleh FIFA. Super Elja kini dapat melakukan belanja pemain di bursa transfer.
Berakhirnya larangan transfer bagi Super Elja dipastikan lewat surat resmi dari FIFA yang diterima PSS Sleman. Dalam surat bernomor FDD-18153 dan FPSD-12803, PSS telah resmi membayarkan jumlah uang yang harus dibayar kepada pihak terkait. Hal ini juga telah sesuai dengan keputusan yang disahkan juga oleh FIFA.
Dengan dituntaskannya akar permasalahan ini, larangan transfer bagi Super Elja kini resmi usai. "PSS telah menyelesaikan apa yang menjadi akar permasalah tentang larangan transfer tersebut. Kami telah membayar apa yang memang harus diselesaikan dan oleh karena itu proses mengenai larangan transfer telah ditutup," tegas Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa di Omah PSS, Sleman pada Selasa (21/5/2024) sore.
Berkaca dari kasus ini, Gusti mengatakan bila hal ini bakal menjadi pembelajaran untuk Super Elang Jawa ke depannya. Sejak awal Gusti meyakini polemik ini dapat diselesaikan lantaran hanya terjadi perbedaan persepsi.
Gusti bahkan secara tegas menyatakan bila PSS tidak pernah menunda atau gagal membayarkan gaji pemain. Termasuk gaji bagi jajaran pelatih.
BACA JUGA: PSS Pasang Target Tembus Enam Besar di Musim Depan
"Sedari awal sebenarnya kami yakin bahwa persoalan tersebut dapat diatasi. Ini terjadi karena perbedaan persepsi saja. Perlu dicatat bahwa mengenai gaji, PSS adalah salah satu klub yang tidak pernah menunda atau gagal membayar gaji pemain ataupun pelatih," tegasnya.
Tak merinci detail persoalan yang lalu, Gusti hanya membeberkan bila orang yang disebut sebagai "pihak yang bersangkutan" terlebih dulu menyatakan berhenti. Terlepas dari persoalan yang telah lalu, menurut Gusti yang terpenting saat ini adalah menatap masa depan PSS.
"Saat itu juga pihak yang bersangkutan sudah lebih dulu menyatakan berhenti. Namun apapun itu yang paling penting semuanya sudah selesai. Sekarang yang penting bagaimana PSS menatap ke depan," imbuhnya.
Dengan larangan transfer yang resmi dicabut, PSS bisa segera fokus untuk berburu dan mendatangkan pemain di musim 2024/25. Belum detail pemain seperti apa yang bakal didatangkan Super Elja, namun Gusti berharap kehadiran penggawa baru PSS dapat membawa semangat baru bagi tim.
"Setelah larangan transfer dicabut, kami segera bisa secara pasti mendatangkan dan berburu pemain dengan maksimal untuk musim depan. Semoga penggawa PSS yang dihadirkan bisa memberikan semangat baru serta membawa Super Elang Jawa terbang lebih tinggi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UGM menjelaskan autoimun dipengaruhi genetik dan lingkungan. Stres, kelelahan, serta paparan matahari berlebih dapat memperparah kondisi.
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun