Polisi Mulai Periksa Saksi Kasus Kekerasan Seksual KKN UAD
Polisi jadwalkan pemeriksaan saksi kasus kekerasan seksual KKN UAD di Sleman. Korban telah dimintai keterangan dan penyelidikan masih berlangsung.
Progres pembangunan Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN— Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo-Junction Sleman terus menunjukkan kemajuan. Hingga akhir Juli 2026, progres konstruksi telah mencapai 87%, sementara penyelesaian akses ramp on dan ramp off ditargetkan rampung pada Agustus 2026 agar ruas tol tersebut layak saat difungsikan.
Kontraktor juga menargetkan jalur bebas hambatan ini dapat tersambung penuh hingga perbatasan Tol Jogja-Bawen pada Agustus mendatang.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan pekerjaan konstruksi kini memasuki tahap akhir. Menurutnya, sisa pekerjaan utama berada pada proses pengecoran rigid dan pengaspalan di jalur utama.
"Dan dari segi konstruksi berproses, ini sudah 87%. Persentasenya 87% lah kita. Yang sisanya itu tinggal rigid sama aspal aja nanti yang di main road itu," kata Agung pada Selasa (21/7/2026).
Ramp On dan Ramp Off Jadi Prioritas
Saat ini, kontraktor memusatkan pekerjaan pada penyelesaian ramp on dan ramp off yang nantinya menjadi akses keluar-masuk Jalan Tol Jogja-Solo.
Kedua akses tersebut dibangun di sisi timur kawasan Kronggahan. Ramp on berada di sisi selatan Ring Road, sedangkan ramp off dibangun di sisi utara Ring Road.
"Kita mengejar Ramp On-Ramp Off sehingga bisa berfungsi nantinya. Kan untuk nanti exit tol sama in masuknya di sebelah timur Kronggahan," jelasnya.
Penyelesaian Agustus, Soal Operasional Menunggu Jasa Marga
Agung menegaskan target penyelesaian konstruksi tetap dipatok pada Agustus 2026. Namun, keputusan mengenai kapan ruas tersebut mulai difungsikan sepenuhnya menjadi kewenangan Jasa Marga.
Menurutnya, setelah ramp on dan ramp off selesai, kondisi jalan sudah memenuhi syarat apabila sewaktu-waktu akan dioperasikan secara fungsional.
"Pokoknya kita menyelesaikan dulu. Nanti kalau fungsional kan kewenangan Jasa Marga untuk memutuskan itu. Tapi secara progres kita akan menyelesaikan ini di Agustus untuk Ramp on-Ramp off itu sehingga sudah kalau mau difungsikan layak," tegasnya.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal. "InsyaAllah [Agustus selesai], tinggal kita nanti mengebut terus ini [pengerjaannya]," tandas Agung.
Ditargetkan Tersambung hingga Tol Jogja-Bawen
Selain menyelesaikan akses keluar-masuk tol, pekerjaan konstruksi pada jalur utama di luar Ring Road juga hampir rampung.
Agung menyebut pekerjaan rigid telah mencapai area perbatasan Tol Jogja-Bawen, dan kini hanya menyisakan sebagian kecil pekerjaan di kawasan bekas SDN Nglarang.
"Sudah, tinggal yang bekas SDN Nglarang itu tinggal rigid, yang lainnya sudah semuanya," jelasnya.
Ia menambahkan kontraktor menargetkan seluruh ruas tersebut tersambung hingga Tol Jogja-Bawen pada Agustus sehingga siap apabila nantinya diputuskan untuk difungsikan.
"Pokoknya Agustus itu kontraktor berusaha menyelesaikan sampai bisa tersambung sama Jogja-Bawen dan bisa layak untuk difungsikan. Nanti kalau untuk memutuskan untuk difungsikan itu kan kewenangannya Jasa Marga, saya tidak berhak ngomong," tukas Agung.
Prambanan-Purwomartani Capai 92,35 Persen
Secara terpisah, Humas PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ), Rachmat, pada Kamis (9/7/2026) menyampaikan bahwa progres konstruksi segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai 92,35%.
Kemajuan tersebut menunjukkan pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo terus berjalan di berbagai segmen sebagai bagian dari pengembangan jaringan jalan tol yang menghubungkan wilayah Jogja dan Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi jadwalkan pemeriksaan saksi kasus kekerasan seksual KKN UAD di Sleman. Korban telah dimintai keterangan dan penyelidikan masih berlangsung.
Harga pangan nasional 22 Juli 2026 bergerak variatif. Bawang dan sebagian cabai turun, sementara beras medium, telur, dan minyak curah naik.
Sistem buka tutup dan contraflow kembali berlaku di Simpang Tiga Piyungan hingga akhir Juli 2026 seiring proyek rigid beton dilanjutkan.
Kemenperin menilai lonjakan impor truk berpotensi menekan industri otomotif, investasi, utilisasi pabrik, dan penyerapan tenaga kerja
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.