Konsep Hidup Damai di Lingkungan Plural Dibahas dalam Simposium Internasional

Newswire
Newswire Rabu, 29 Mei 2024 01:47 WIB
Konsep Hidup Damai di Lingkungan Plural Dibahas dalam Simposium Internasional

Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogja menggelar simposium internasional pada Selasa (28/5/2024). Pertemuan ilmiah bertema Praktik Hidup Berdampingan dalam Budaya Islam itu membahas terkait pentingnya berbagi pengalaman dan praktik hidup berdampingan secara damai di lingkungan yang beragam atau plural. /Antara.

Harianjogja.com, JOGJA—Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogja menggelar simposium internasional pada Selasa (28/5/2024). Pertemuan ilmiah bertema Praktik Hidup Berdampingan dalam Budaya Islam itu membahas terkait pentingnya berbagi pengalaman dan praktik hidup berdampingan secara damai di lingkungan yang beragam atau plural.

"Hidup berdampingan secara damai dengan orang lain yang berbeda latar belakang budaya dan agama itu karena saat ini kita tengah menghadapi tantangan global intoleransi," kata Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Jogja Profesor Muhammad Wildan, Selasa.

Selain itu, tantangan global yang dihadapi saat ini adalah perang yang merusak tatanan kehidupan dan praktik hidup damai yang telah berjalan lama sepanjang sejarah umat manusia.

Oleh karena itu, simposium ini untuk membincangkan isu strategis yang meliputi fondasi teologis, pemahaman atas teks agama, dan praktis hidup berdampingan secara damai di berbagai negara dan budaya. "Dengan harapan dapat saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mewujudkan masa depan hidup berdampingan yang lebih baik dan harmoni," katanya.

Simposium Internasional ini merupakan kelanjutan dari simposium sebelumnya yang diselenggarakan di Azerbaijan pada 2022, dan simposium di Turki pada 2023, yang dihadiri peserta tidak kurang dari 15 negara. Jika simposium pertama untuk merumuskan arah ke depan hidup berdampingan yang damai, dan simposium kedua menekankan pentingnya kolaborasi antar negara, maka simposium ketiga menekankan pentingnya berbagi pengalaman dan praktik hidup berdampingan secara damai.

Ketua Panita simposium dari jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Jogja Witriani mengatakan, panitia menerima lebih dari 300 paper yang dipresentasikan secara hybrid, luring dan daring dalam plenary dan paraller session dalam simposium.

"Para pembicara simposium berasal dari berbagai negara, yaitu Turki, Azerbaijan, Mesir, Australia, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Hasil simposium akan diterbitkan dalam prosiding dan jurnal Sunan Kalijaga," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online