Cuaca DIY 9 Juni 2026 Cerah Berawan, Suhu Kota Jogja Capai 31 Derajat
Prakiraan cuaca DIY 9 Juni 2026 didominasi cerah dan berawan. Kota Jogja diprediksi menjadi wilayah terpanas dengan suhu mencapai 31 derajat Celsius.
Warisan budaya rempah-rempah ternyata mampu menyatukan negara ASEAN. Rempah terbukti memberikan pengaruh peradaban yang luar biasa di Asia Tenggara. Delegasi 11 negara ASEAN yang terdiri atas praktisi dan akademisi membahas isu ini dalam ASEAN Spice: The Connecting Culture of Southeast Asians selama sepekan sejak Minggu (26/5/2024) hingga Sabtu (31/5/2024) di Jogja dan Magelang. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Warisan budaya rempah-rempah ternyata mampu menyatukan negara ASEAN. Rempah terbukti memberikan pengaruh peradaban yang luar biasa di Asia Tenggara. Delegasi 11 negara ASEAN yang terdiri atas praktisi dan akademisi membahas isu ini dalam ASEAN Spice: The Connecting Culture of Southeast Asians selama sepekan sejak Minggu (26/5/2024) hingga Sabtu (31/5/2024) di Jogja dan Magelang.
Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Sekretariat ASEAN bertujuan untuk melakukan tukar pengetahuan dan pengalaman tentang budaya rempah di masing-masing negara.
BACA JUGA : Menurunkan Berat Badan dengan Rempah Dapur
Delegasi tersebut diajak mengunjungi rumah rempah di Desa Karang Rejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Desa ini memiliki banyak rempah-rempah, bahkan hasilnya bisa ditanam dan dipetik di halaman rumah warga. Sehingga para peserta mendapatkan pengalaman dan edukasi langsung terkait rempah.
"Faktanya bahwa rempah ini telah banyak mengubah cara hidup kita, oleh karena itu harus terus dikembangkan untuk dimanfaatkan lebih luas di negara ASEAN, karena rempah ini terbukti menyatukan negara ASEAN," kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Selasa (28/5/2024).
Usai beberapa hari melakukan kunjungan di Magelang, Delegasi negara ASEAN kemudiakan melakukan diskusi di Auditorium Sekolah Pasca Sarjana UGM, Selasa (28/5/2024). Materi diskusi seputar rute jalur rempah dan pengaruhnya terhadap peradaban Asia Tenggara, sekaligus memperdalam rencana kolaborasi untuk menciptakan inovasi, kreativitas, bahkan produk bersama terkait budaya rempah dan Gastronomi antarnegara ASEAN.
Indonesia menginisiasi rencana nominasi Jalur Rempah sebagai Warisan Dunia. Oleh karna itu pertemuan melibatkan delegasi negara ASEAN tersebut menjadi momentum untuk semakin menguatkan warisan bersama rempah di Asia Tenggara. Mengingat sebelum eksplorasi bangsa Eropa, Asia Tenggara telah menjadi pusat perdagangan rempah dunia, menghubungkan timur dan barat.
"Rempah bahkan tidak hanya sebagai komoditas, namun juga membawa nilai, tradisi, dan pertukaran budaya. Sehingga kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan budaya negara ASEAN melalui warisan budaya rempah," ujarnya.
Koordinator Kerja Sama Internasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek Darmawati mengatakan melalui diskusi tersebut harapannya dapat sing bertukar pikiran terkait rempah di setiap negara ASEAN. "Sehingga menjadi hal positif untuk langkah ke depan dalam menuju nominasi bersama Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia," katanya.
Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Kepala Pusat Studi ASEAN UGM Dafri Agussalim sejarawan UGM Sri Margana. Dafri menilai diskusi tentang rempah tersebut sekaligus untuk mengoreksi sejarah melalui berbagai temuan dan masukan dari delegasi. Karena rute rempah tersebut bernuansa kolonialisme dan menjadi pintu masuk imperialisme kolonialisme.
"Tetapi melalui budaya rempah ini justru menjadi elemen yang menyatukan negara ASEAN, karen menjadi solidaritas pengalaman bersama dari masa lalu yang entah itu baik maupun buruk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY 9 Juni 2026 didominasi cerah dan berawan. Kota Jogja diprediksi menjadi wilayah terpanas dengan suhu mencapai 31 derajat Celsius.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.