Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Nyamuk Aedes aegypti/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul melonjak empat kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu. Ada empat korban jiwa akibat penyakit ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul merilis data terbaru jumlah kasus DBD per Rabu (29/5/2024) pukul 14.40 WIB. Dari data tersebut, jumlah kasus mencapai 976.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco, sempat mengatakan jumlah kasus DBD per Rabu pukul 10.53 WIB mencapai 803 kasus. “Ada pembaruan data per Rabu 29 Mei pukul 14.40 WIB. Angka kasus DBD total menjadi 976,” kata Hery.
Padahal, kasus dari awal tahun hingga pertengahan Mei lalu, jumlahnya masih 666. Hanya dalam rentang sekitar 15 hari, pertambahan kasus mencapai 310. Rincian kasus DBD tersebut yaitu pada Januari 75 kasus, Februari 204 kasus, Maret 351 kasus, April 239 kasus, dan Mei 107 kasus. Kasus DBD paling banyak di Kapanewon Wonosari dan Paliyan. Dari jumlah itu, total kematian mencapai empat orang.
Kasus kematian terbaru akibat DBD menimpa bocah enam tahun asal Kalurahan Kalitekuk, Kapanewon Semin. Menurut Hery, bocah tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Panti Rahayu sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Jogja. Di RSUP itu juga, bocah itu meninggal pada Jumat (17/5/2024).
Empat hari sebelum itu, seorang anak perempuan 15 tahun juga meninggal karena kasus yang sama di RS swasta di Jogja. Dia meninggal dunia ketika masuk dalam fase dengue shock syndrome (DSS).
Dengan adanya kasus kematian di Kalurahan Kalitekuk, total ada empat kasus kematian akibat infeksi virus dengue melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Total kasus DBD di Gunungkidul melonjak hampir empat kali lipat dibandingkan dengan total kasus DBD sepanjang 2023 yang hanya menyentuh angka 260 kasus dengan satu kematian. Sementara, total kasus DBD pada 2022 ada 457 kasus dengan tiga kematian dan pada 2021 ada 189 kasus dengan tiga kematian.
BACA JUGA: Teror Penguntitan Brimob Terhadap Jampidsus, Kejagung: Sudah Dilaporkan ke Pimpinan
Ketika ditemui di Kompleks Pemkab Gunungkidul, Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono, mengatakan jawatannya sudah selesai membahas anggaran tambahan untuk melakukan fogging.
“Kalau disetujui, anggaran itu mudah-mudahan dapat kami pakai untuk penanganan DBD,” kata Ismono, Senin (27/5/2024).
Ismono menambahkan penambahan anggaran telah memperhitungkan upaya surveilans kasus, upaya pengendalian vektor dan vektor pembawa penyakit, serta pengadaan insektisida dan larvasida.
Ismono mengatakan Gunungkidul adalah daerah endemis DBD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har