BEDAH BUKU: Genjot Kualitas SDM dengan Membaca
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Suana bedah buku berjudul Gus Dur: Pembela Minoritas Etnis Keagamaan, Pecinta Ulama Sepanjang Zaman karya Umaruddin Masdar di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bantul, Senin (3/6/2024). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY berkolaborasi dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Gus Dur: Pembela Minoritas Etnis Keagamaan, Pecinta Ulama Sepanjang Zaman karya Umaruddin Masdar di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bantul, Senin (3/6/2024). Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan minat baca masyakat.
Anggota DPRD DIY sekaligus penulis buku, Umaruddin Masdar menyampaikan kegiatan tersebut digagas untuk menarik minat masyarakat membaca buku. Dia menilai buku yang dibedah dalam acara tersebut cukup menarik. Di sana masyarakat dapat mengetahui secara lebih mendalam mengenai sosok, pemikiran dan peran Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur dalam mengemas sosok kiai, pesantren dan Nahdhatul Ulama (NU) kepada masyarakat luas.
Dia menuturkan Gus Dur tampil ke tengah pergumulan politik dan intelektual Indonesia pada awal 1970-an ketika kiai, pesantren dan NU berada dalam posisi sangat memprihatinkan. "Saat itu [kiai, pesantren dan NU] diremehkan baik oleh pejabat pemerintah maupun kaum intelektual muslim perkotaan, disingkirkan dari politik secara sistematis, dan hanya dianggap sebagai beban atau penghambat modernisasi dan pembangunan," katanya, Senin.
Meski begitu, menurut dia, Gus Dur selalu menuliskan mengenai kecintaannya yang mendalam terhadap Islam tradisional yang direpresentasikan dalam sosok kiai, pesantren dan NU. Dia menambahkan, seri tulisan Gus Dur yang dimuat dalam majalah Tempo beberapa waktu lalu menegaskan pandangan bahwa yang paling eksentrik dan misteri dari pemimpin tradisional atau kiai adalah kemampuannya berpikir lateral untuk mencari jalan keluar bagi masalah sosial yang bertentangan dengan anggapan komunitasnya.
"Gus Dur yang menjembatani dunia keulamaan tradisional dan pemikiran modern, mendukung sintesis intelektual reformis dan agenda sosial yang membedakan antara doktrin-doktrin atau hukum-hukum agama yang baku dengan akomodasi logis dan perubahan sosial," katanya.
Menurutnya, pemikiran Gus Dur berangkat dari keinginan untuk menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah yang dipertahankan oleh kalangan kiai pesantren, dengan kitab-kitab klasik sebagai muqarrar-nya, masih sangat relevan untuk dicerdasi sebagai pijakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Muhammad Rosyid Budiman menyampaikan bedah buku tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan minat baca masyakat. Dia menuturkan pihaknya berupaya mengajak masyarakat untuk gemar membaca melalui buku fisik dan digital yang telah disediakan DPAD DIY.
Dia menambahkan saat ini DPAD DIY telah menyediakan aplikasi baca digital melalui aplikasi yang dapat diunduh di play store. Harapannya budaya gemar membaca dapat digalakkan di seluruh lapisan masyarakat. Dia berharap peserta bedah buku tersebut dapat menularkan kegemaran membacanya kepada keluarganya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.