Sertifikasi CPLA Jadi Nilai Tambah Pencari Kerja
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Sutiyani, salah satu peserta JKN asal Kabupaten Bantul./ Ist
JOGJA– Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan semakin banyak masyarakat Indonesia. Mulai dari peserta berusia lanjut, produktif hingga bayi dan anak-anak bisa meraskan layanan di fasilitas kesehatan tanpa hambatan finansial. Orang tua pun bisa berkonsentrasi pada pendampingan dan masa penyembuhan anak tanpa memikirkan biaya pengobatan.
Hal ini dirasakan betul oleh Sutiyani, salah satu peserta JKN asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mendampingi buah hatinya yang harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Yogyakarta akibat kadar trombosit dalam darahnya yang sangat rendah.
“Trombosit anak saya turun sampai di angka 82 ribu, akhirnya dokter disini menyarankan untuk rawat inap saja. Dari penjelasan dokter, beliau khawatir jika dibiarkan dan tidak dirawat inap akan terjadi pendarahan,” kata ibu berusia 47 tahun ini.
Kadar trombosit normal pada anak adalah di kisaran angka 150.000 hingga 450.000 mcL. Kadar yang dimiliki anak Sutiyani sudah pasti sangat jauh di bawah angka normal yang seharusnya. Trombosit merupakan salah satu komponen dalam darah yang berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah dan menghentikan pendarahan. Jika terjadi robekan pada pembuluh darah, maka trombosit akan bekerja untuk membentuk gumpalan sehingga pendarahan terhenti. Sebegitu penting fungsi trombosit hingga tak heran, dokter langsung menyarankan rawat inap untuk anak Sutiyani.
“Awalnya itu panas tinggi, lalu saya bawa ke klinik tempat kami terdaftar. Sudah dua kali saya bawa kesana namun tetap saja suhu panas tubuhnya tidak turun. Akhirnya langsung dirujuk ke rumah sakit dan benar langsung di rawat inap,” cerita Sutiyani.
Ibu yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas ini mengatakan ia merasakan pelayanan yang baik dari rumah sakit. Jika dinilai dari angka satu hingga sepuluh, Sutiyani memberikan nilai delapan untuk pelayanan yang ia terima.
“Saya tidak dimintai fotokopi pada saat pendaftaran. Hanya menunjukkan saja identitas peserta kami yang asli. Saya rasa tidak ada kendala saat memanfaatkan layanan penjaminan JKN. Pelayanan di rumah sakit juga sudah baik ya menurut saya, setiap pagi dokter datang untuk melihat perkembangan kondisi anak kami. Tidak ada permintaan untuk membayar apa-apa. Jadi saya tidak mengeluarkan biaya untuk berobat,” ujar Sutiyani.
Hal tersebut senada dengan Janji Layanan JKN yang telah diikrarkan setiap fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Janji tersebut diantaranya menerima Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KIS Digital sebagai identitas peserta yang resmi. Sama dengan yang dirasakan Sutiyani saat pendaftaran, fasilitas kesehatan dilarang untuk meminta berkas fotokopi. Fasilitas kesehatan berjanji untuk memberikan pelayanan tanpa iur biaya dan memberikan layanan yang ramah tanpa diskriminasi bagi peserta JKN.
Janji tersebut dapat peserta lihat secara langsung di lokasi strategis di fasilitas kesehatan seperti loket pendaftaran maupun lobi. Disana juga biasanya bersanding dengan pencantuman nama dan nomor telepon petugas BPJS SATU!. Petugas ini akan membantu peserta jika mengalami kendala dalam pelayanan.
“Saya juga baru kali ini menggunakan kepesertaan JKN untuk berobat. Sebelumnya belum pernah sama sekali. Bersyukur selalu diberikan kesehatan,” kata Sutiyani.
Sutiyani pun berharap, Program JKN dapat membantu lebih banyak masyarakat terutama mereka yang kurang mampu. Kehadiran program ini menjadi titik terang bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan kesehatan dan pengobatan optimal tanpa khawatir soal biaya.
“Semoga pelayanan BPJS Kesehatan semakin baik dari waktu ke waktu, untuk melayani semua masyarakat terutama yang kurang mampu,” kata Sutiyani (***).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.