Shakira Ajak Warga Bersatu Setelah Gempa Dahsyat di Kolombia
Shakira menyampaikan dukungan untuk korban gempa M 7,4 di Kolombia yang menewaskan lebih dari 111 orang dan merusak sejumlah kota.
Bus sekolah yang akan dioperasionalkan pada Agustus 2024/ Dishub Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul memastikan belum akan menambah armada dan rute untuk bus sekolah pada 2025.
Keterbatasan anggaran, membuat bus sekolah yang pengoperasionalannya di bawah Dishub dan gratis belum akan mampu menjangkau sekolah-sekolah di kawasan timur Bantul.
Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengungkapkan, sejatinya pada 2025 pihaknya berkeinginan untuk menambah armada dan rute bus sekolah.
Jika mulai Agustus 2024, akan dioperasionalkan dua armada bus melewati kawasan barat Bantul, mulai dari Sedayu-Pajangan-Pandak-Bantul, maka pada 2025, kata Singgih akan ditambah. Dishub berencana menambah jumlah armada bus dan rute bus tersebut akan menyisir kawasan wilayah timur Bantul seperti Imogiri dan Piyungan.
"Namun karena keterbatasan jumlah armada dan anggaran operasional, sementara rencana itu belum dapat direalisasikan," kata Singgih, Kamis (6/6/2024).
Oleh karena itu, saat ini, ungkap Singgih, pihaknya akan fokus melanjutkan program pengoperasionalan dua bus sekolah di jalur wilayah barat. Di sisi lain, Dishub juga terus merencanakan jalur atau rute yg lain.
"Harapannya nanti jika alokasi anggaran memungkinkan, maka bisa dilakukan penambahan armada bus dan rute baru," terang Singgih.
Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bantul Suratman mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi C terkait dengan adanya anggaran untuk penambahan pengadaan armada bus sekolah pada 2025. Sebab, Komisi D melihat, keberadaan bus sekolah juga dibutuhkan oleh siswa di kawasan Bantul timur.
"Apalagi di daerah Bantul yang konturnya berbukit. Untuk itu, kami sudah minta kepada Komisi C agar bisa mengusahakan penambahan armada dan rute bus sekolah. Agar siswa yang utamanya tinggal di daerah pegunungan bisa dilayani dengan bus sekolah," papar Suratman.
Suratman menambahkan, berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya, saat ini sejumlah siswa SMP di lima kapanewon rawan terjadi putus sekolah. Kelima kapanewon tersebut adalah Imogiri, Dlingo, Pajangan, Sedayu dan Kasihan.
"Di lima kapanewon itu banyak yang jarak tempuh sekolah dengan tempat tinggalnya jauh. Sehingga rawan putus sekolah," terang Suratman.
BACA JUGA: Bus Sekolah Mulai Beroperasi Juni 2024 di Bantul, Ini Persiapannya
Suratman menyatakan, tidak mungkin siswa SMP tersebut ke sekolah menggunakan sepeda, karena kontur wilayah naik turun. Sementara jika mereka menggunakan sepeda motor, maka siswa SMP tersebut melanggar aturan lalu lintas karena usianya belum memenuhi persyaratan mendapatkan SIM.
"Untuk itu solusinya ya, pakai bus sekolah. Oleh karena itu kami minta agar armada bus ditambah dan rutenya ditambah sampai ke daerah-daerah pegunungan," ucap Suratman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Shakira menyampaikan dukungan untuk korban gempa M 7,4 di Kolombia yang menewaskan lebih dari 111 orang dan merusak sejumlah kota.
YouTube Shorts kini bisa menghasilkan uang. Simak syarat monetisasi 2026: 1.000 subscriber, 10 juta views 90 hari, dan hindari 7 jenis konten terlarang
Harga LCGC Agustus 2026 naik. Ayla termurah Rp141,2 juta, Agya Rp174,3 juta, Brio S CVT Rp184,5 juta. Cek daftar lengkap kenaikan harga di sini.
Harry Kane kembali meraih Sepatu Emas Eropa setelah mencetak 36 gol di Bundesliga musim 2025/2026 bersama Bayern Munich.
Forbes rilis 20 jurusan kuliah dengan peluang kerja terluas 2026. Dari administrasi bisnis hingga kesehatan masyarakat, cek daftar lengkap dan prospek karinya d
Jepang, Australia, Korea Selatan hingga Schengen menjadi negara dengan proses visa yang relatif mudah bagi pemegang paspor Indonesia.