Di Balik Kantong Darah untuk Pasien, Ada Peran Teknisi Pelayanan Darah
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Bedah Buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak yang digelar DPAD DIY di Joglo Pawirosumarto, Sidomoyo, Godean, Sleman, Senin (19/6). Harian Jogja/Catur Dwi Janati
JOGJA—Hanya kurang dari setengah tahun, upaya untuk menggenjot minat baca masyarakat di DIY telah menyasar puluhan lokasi di Bumi Mataram. Lewat kegiatan bedah buku yang dilakukan ke desa-desa, diharapkan minat baca masyarakat dapat terpantik, dan berdampak meningkatnya literasi masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo, merangkan dari sekitar 200 titik lokasi sasaran bedah buku di DIY, hingga awal Juni ini sudah lebih dari 90 lokasi yang disasar. Hal ini secara tidak langsung mengindikasikan ada lebih dari 90 titik lingkungan masyarakat yang mendapat literasi baca di tahun ini.
"Ada 90 titik yang teredukasi, terliterasi. Sudah semakin banyak titik yang terliterasi dan berarti semakin banyak yang sudah terliterasi dari sisi orangnya," kata Sutopo dalam acara Bedah Buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak yang digelar di Joglo Pawirosumarto, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Sleman, Senin (10/6/2024).
Jika di setiap lokasinya mengundang 150 warga yang menjadi peserta bedah buku, maka sudah ada belasan ribu warga di DIY yang mendapat pengetahuan literasi dari DPAD DIY. Terlebih, lokasi maupun warga yang disasar berasal dari beragam kalangan dan latar belakang.
"Semua kalangan kami sasar, seperti pemuda, komunitas, ibu-ibu pengajian, warga lansia dan lainnya. Jadi, semua semua kalangan sudah kami sasar," katanya.
BACA JUGA: Penyidik Sita HP Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ini Penjelasan KPK
Harapannya dengan banyaknya sasaran yang mendapat masukan literasi dari acara bedah buku DPAD DIY, minat baca di DIY juga bisa ikut terdongkrak. Bedah buku yang dilakukan DPAD DIY hanya sebagai pemantik agar masyarakat terpancing untuk membaca beragam sumber literasi setelah kegiatan ini.
"Harapan kami seperti itu. Jadi, sebenarnya tidak hanya membaca buku di sini, tapi mengajak masyarakat untuk membaca buku yang lain, targetnya itu," katanya.
Budaya membaca, menurut Sutopo, tidak berat untuk dilakukan masyarakat. Dia berpandangan yang berat justru mendongkrak budaya membaca lantaran membaca belum menjadi budaya. "Atau karena terkendala harga beli buku yang mahal. Kalau pertanyaannya itu, sekarang sudah terjawab dengan adanya I-Jogja, tinggal klik aplikasi I-Jogja, buku apa saja ada di situ," katanya.
Bedah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak yang digelar di Joglo Pawirosumarto, Sidomoyo, Godean, menyasar pengajar Taman Pendidikan Al-quran (TPA).
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, yang hadir sebagai salah satu narasumber menilai topik ini penting diangkat sebagai bekal anak-anak. Bukan berfokus mengajarkan anak untuk berdagang, buku ini disebut Sofyan banyak membahas soal kreativitas, ide, kemandirian hingga jiwa yang pantang menyerah.
“Jadi, entrepreneur di dalam buku ini sebenarnya bukan soal berdagang saja, tapi entrepreneur itu sebagai jiwa yang penuh dengan kemandirian. Jiwa yang penuh dengan kreativitas, inovasi dan siap menghadapi tantangan. Itu yang akan dibangun pada anak, beda dengan menumbuhkandengan jiwa dagang," katanya.
Dengan menyasar pengajar TPA, Sofyan berharap pengetahuan yang diserap dari bedah buku ini dapat bermanfaat bagi para pengajar, dan secara pribadi juga bisa ditularkan kepada anak didiknya. "Benih-benih jiwa entrepreneur itu juga ditanamkan di peserta didik," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.