Bank Jateng Syariah dan Ash Shodiqiyah Jalin Kerja Sama Digitalisasi
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Bedah buku berjudul Budi Daya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super di Pedukuhan Kemorosari II, Kalurahan Piyaman, Wonosari, Kamis (13/6/2024). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
GUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY berkolaborasi dengan Komisi D DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Budi Daya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super di Pedukuhan Kemorosari II, Kalurahan Piyaman, Wonosari, Kamis (13/6/2024).
Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan warga di Gunungkidul banyak yang terjun di dunia pertanian sejak lama. Sistem pertanian mereka masih bersifat tradisional yang diturunkan sejak zaman dahulu. Sistem pertanian ini perlu diperbarui menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Tujuannya adalah peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian seperti padi.
“Perlu inovasi dalam proses pembibitan, pengolahan, dan seterusnya. Kami ingin petani Gunungkidul jadi petani pembelajar,” kata Imam di Pedukuhan Kemorosari II, Kamis. Imam menjelaskan transformasi sistem pertanian semakin mendesak dilakukan di Gunungkidul, karena mayoritas lahan pertanian di Bumi Handayani adalah sawah tadah hujan yang memiliki tantangan dalam irigasi. Teknologi Patbo Super dapat menyiasati tantangan ini.
Tantangan lain sebelum masuk dalam penerapan teknologi adalah mengubah pola pikir petani tradisional untuk mau berinovasi. Imam menyarankan pembuatan demonstration plot (demplot). Apabila demplot berhasil, petani lain pasti mengikuti. Percontohan ini efektif untuk mendorong petani agar mau bertransformasi.
Ketua Pembina Kontak Tani Nelayan Andalan Gunungkidul, Mujiyana, mengatakan prinsip teknologi patbo super adalah pemakaian pupuk organik tanpa pembakaran dan optimalisasi air melalui penampungan air. Mujiyana dan sejumlah petani di Gunungkidul sempat mencoba menerapkan teknologi itu. Apabila berhasil, dapat menjadi contoh bagi petani lain seperti di Kalurahan Piyaman. “Lahan kering harus menggunakan teknologi tepat guna,” kata Mujiyana.
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Hardi Nugroho, mengatakan jawatannya menginventarisasi dan mengidentifikasi data selama beberapa kali bedah buku. Hasil itu nantinya menjadi semacam data untuk mendorong minat baca masyarakat. “Dengan membaca, masyarakat dapat dekat dengan pengetahuan dan bisa berkarya. Jadi bisa berdaya dari sisi ekonomi dan sosial,” kata Hardi.
Hardi menambahkan masyarakat Gunungkidul memiliki gairah membaca tinggi. Namun, mereka terkendala akses tempat membaca. Sebab itu, DPAD ke depan berencana memberikan stimulus dalam wujud hibah fisik atau pengadaan seperti komputer dan jaringan Internet. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 29 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.