Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Peserta SEAPAVAA 2024 saat melihat proses restorasi arsip dan dokumen lama yang telah rusak di kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Jumat (14/6/2024) pagi/ Harian Jogja-Jumali
BANTUL—Sebanyak 124 peserta the Southeast Asia-Pacific Audiovisual Archive Association (SEAPAVAA) mengunjungi kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Jumat (14/6/2024) pagi. Mereka tidak hanya melihat diorama, peserta yang berasal dari sejumlah negara ini juga belajar mengenai cara merestorasi arsip dan dokumen lama yang telah rusak.
Direktur Preservasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Agus Santoso mengungkapkan pihaknya sengaja membawa sebanyak 124 peserta SEAPAVAA berkunjung ke kantor DPAD DIY. Tujuannya, agar para peserta mendapatkan pemahaman mengenai sejarah Indonesia, utamanya di DIY.
"Agar mereka terinspirasi, jika arsip tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nasional tapi juga masyarakat," katanya.
Menurut Agus, Konferensi Internasional ke-28 SEAPAVAA yang digelar mulai 9-14 Juni 2024 dengan tema Navigating New Horizons in Audiovisual Archiving, tersebut dihadiri oleh 400 peserta. Adapun dari 400 peserta tersbut ada 124 peserta berasal dari 21 negara, antara lain Amerika Serikat, Barbados, Belanda, Prancis, Inggris, India, Cina, Republik Korea, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, Australia, Selandia Baru, Samoa, Kepulauan Solomon, dan Kiribati.
“Tujuannya adalah bagaimana menyelamatkan arsip audio visual yang selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh semua pihak," katanya.
Sementara Yield, salah satu peserta SEAPAVAA dari Sydney, Australia mengaku tertarik dengan proses restorasi dokumen lama yang ada di DPAD DIY.
"Saya bisa melihat banyak arsip yang rusak dan bisa direstorasi di tempat ini. Ini adalah kesempatan yang langka bagi saya. Saya beruntung bisa melihat bagaimana proses restorasi dokumen di tempat ini," katanya.
Sementara Kepala Bidang Pengolahan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo mengungkapkan, pihaknya sengaja menyajikan mengenai proses restorasi arsip dan dokumen ke peserta SEAPAVAA. Tujuannya, agar para peserta mengetahui bagaimana proses restorasi arsip dan dokumen yang telah ada di DPAD DIY dalam beberapa tahun terakhir.
"Harapannya, nantinya ada diskusi juga terkait dengan restorasi arsip juga," terang Rakhmat.
Menurut Rakhmat, selama ini, keberadaan layanan restorasi arsip dan dokumen belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Padahal, ada layanan gratis untuk restorasi arsip dan dokumen ke masyarakat yang dilayani oleh DPAD DIY. Karena ada tenaga yang disiapkan oleh DPAD terkait dengan restorasi arsip dan dokumen.
"Kadang orang anggap kami hanya simpan arsip. Padahal, kan kami juga ada layanan restorasi arsip. Ini yang selalu kami sampaikan ke masyarakat, jika mereka bisa memperbaiki arsip dan dokumen di tempat kami," ungkap Rakhmat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.