Sertifikasi CPLA Jadi Nilai Tambah Pencari Kerja
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Setiyanto,43, warga Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan Bantul dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara karena benjolan di bagian bahu dan biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Ist
SLEMAN—Setiyanto (43) warga Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan Bantul harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara karena benjolan di bagian bahu. Meski demikian, ia mengakui seluruh biaya operasi dan perawatan ditanggung BPJS Kesehatan. Ia menambahkan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat berarti dan membantu dalam kebutuhan jaminan kesehatan untuk keluarga.
Program JKN hadir sebagai jaminan kesehatan untuk masyarakat. Peningkatan pelayanan di fasilitas kesehatan terus diupayakan. Pemangkasan proses administrasi, kemudahan peserta akses layanan kesehatan dan penyamarataan pelayanan semakin memaksimalkan kepuasan peserta. Salah satunya adalah pengalaman Setiyanto saat akses layanan di fasilitas kesehatan hingga proses operasi dan rujukan yang berjalan lancar.
“Sepekan lalu masih kecil, tetapi makin lama makin membesar. Rasanya sakit dan kondisi tubuh jadi tidak enak,” katanya saat ditemui di ruang perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (21/06/2024).
BACA JUGA: Pemuda di Bantul Disangka Klitih, Diamuk Warga, Ternyata Korban Laka Lantas
Sebelum menjalani operasi, ia sempat memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan menjalani rawat jalan. Hanya saja, benjolan yang ada semakin membesar sehingga saat memeriksakan lagi diminta menjalani operasi.
“Langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk operasi. Saya bersyukur bejolannya sudah dikeluarkan dan sekarang dalam proses penyembuhan,” kata Setiyanto.
Menurut dia, pengalaman operasi yang dilakukan bukan yang pertama kali. Pasalnya, saat masih bertugas di Jakarta juga sempat menjalani operasi patah kaki di 2015 lalu. Saat itu, Setiyanto mengakui mengalami kecelakaan tunggal. Dikarenakan tidak bisa ditanggung oleh Jasa Raharja, maka biaya operasi sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.
“Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kepolisian, sudah terdaftar menjadi peserta JKN sejak saya menjadi PNS. Kebetulan selama menjadi peserta JKN sudah dua kali menjalani operasi. Pertama saat patah kaki dari kecelakaan tunggal dan sekarang ini karena operasi benjolan di bahu,” katanya.
Menurut dia, proses perawatan maupun operasi sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ia merasa bersyukur telah tergabung di Program JKN sejak awal, sehingga ia merasa aman adanya jaminan kesehatan untuk diri dan keluarganya.
“Tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena ditanggung BPJS Kesehatan. Coba kalau tidak ikut kepesertaan, maka uang puluhan juta dikeluarkan untuk biaya operasi,” katanya.
Manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan dirasakan betul oleh keluarga Setiyanto. Sang istri, Nanik Rusmiyanti juga sempat menjalani operasi kelainan kelenjar payudara di 2019 lalu. Adanya jaminan kesehatan Progam JKN ini sangat membantu dan manfaatnya bisa dirasakan langsung. Ia juga menambahkan selain semuanya terjamin, peningkatan pelayanan oleh BPJS Kesehatan juga sangat dirasakan betul.
“Tidak hanya suami, saya juga ikut menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat. Setelah menjalani operasi penyakit yang sempat didiagnosa dokter sudah sembuh dan tidak lagi merasakan keluhan yang sama hingga sekarang. Pelayanan di fasilitas kesehatan sangat baik dan cepat,” kata Nanik sambil mendampingi suaminya.
Kemudahan administrasi, akses pelayanan baik rawat jalan maupun rawat inap terus dikembangkan agar peserta Program JKN dapat merasakan manfaatnya secara optimal, termasuk pelayanan operasi pasien dan rujukan.
Nanik mengakui layanan dan akses untuk pemakaian BPJS Kesehatan juga sangat mudah. Pada saat berobat ke fasilitas kesehatan langsung dilayani, begitu pula jika sesuai indikasi medis harus dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan juga berlangsung cepat. Ini sangat memudahkan peserta JKN dalam merasakan layanan Program JKN.
“Sangat membantu karena dengan ikut kepesertaan JKN, biaya operasi saya maupun suami ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pelayanan baik, meski menggunakan BPJS Kesehatan dapat tertangani dengan cepat dan tidak membeda-bedakan antarpasien, sukses terus untuk peningkatannya” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.