Lomba Bertutur Asah Komunikasi Anak

Media Digital
Media Digital Rabu, 26 Juni 2024 21:57 WIB
Lomba Bertutur Asah Komunikasi Anak

Peserta lomba (di atas panggung) tampil dalam lomba bertutur bagi siswa SD/MI di Ruang Werkudara, Gedung DPAD DIY, pada Rabu (26/6/2024)./Stefani Yulindriani

JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar lomba bertutur bagi siswa SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat DIY 2024 di Ruang Werkudara, Gedung DPAD DIY, Rabu (26/6/2024).

Kepala DPAD DIY, Kurniawan menyampaikan penyelenggaraan lomba bertutur merupakan salah satu cara menumbuhkan budaya membaca pada anak-anak di Indonesia. "Lomba bertutur merupakan upaya untuk meningkatkan literasi sejak dini. Karena itu pesertanya siswa SD/MI," katanya saat ditemui di sela-sela acara.

Lomba ini dilaksanakan secara berjenjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota se-DIY.

Kurniawan mengatakan aktivitas bertutur dapat meningkatkan budaya literasi sejak dini. Hal itu lantaran saat bertutur, anak harus memahami kisah yang akan ditampilkannya.

Selain itu, anak juga akan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan tersebut akan bermanfaat dalam kehidupan anak kelak.

Kurniawan menilai di era digital anak-anak banyak menggunakan gadget sebagai media komunikasi. Perkembangan teknologi tersebut di satu sisi memberi manfaat bagi persebaran informasi, namun di sisi lain komunikasi secara langsung antarmanusia menjadi berkurang.

Padahal menurutnya anak perlu memiliki kemampuan komunikasi secara langsung. Komunikasi secara langsung membuat relasi sosial akan terjalin lebih baik. "Kegiatan mendongeng, bertutur perlu kami dukung karena melatih verbal anak," katanya.

Kemampuan bertutur akan meningkatkan kemampuan komunikasi anak-anak. Melalui aktivitas bertutur, ia berharap anak-anak memiliki media komunikasi yang mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasinya.

Ia mengatakan kemampuan bertutur anak-anak di DIY tergolong unggul. Hal itu terlihat dari penampilan para peserta lomba bertutur dalam acara tersebut. Anak-anak DIY dinilai mampu memaparkan kisah lokal dengan gaya bertutur yang komunikatif serta kreatif.

Peserta lomba bertutur berpotensi menjadi agen perubahan literasi bagi lingkungan sekitarnya, sehingga terwujud generasi gemar membaca serta berperan dalam meningkatkan budaya literasi di Indonesia. Potensi tersebut dapat terus dikembangkan.

Dengan begitu, kisah dan budaya lokal dapat disampaikan ke berbagai kalangan. "Kami berharap mereka mampu menyampaikan substansi terkait budaya lokal ke anak yang lain, atau orang dewasa," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online