Road to MJM 2026: Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Ilustrasi membaca buku./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman menyebut tingkat kegemaran membaca atau TGM masyarakat di Bumi Sembada cukup baik, meski jumlah buku yang dibaca masih tergolong minim.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Abu Bakar menuturkan pengukuran TGM dilakukan Pemkab Sleman dengan menggandeng akademisi dari tim survei UIN Sunan Kalijaga Jogja. Kerja sama ini dilakukan agar hasil survei yang dihasilkan lebih valid dan objektivitas.
"Kami menggandeng tim dari pihak akademisi untuk menjamin objektivitas hasil survei agar lebih baik, lebih valid, oleh mereka yang memang lebih kompeten di bidangnya," terang Abu pada Rabu (4/12/2024) di Aula Lantai 3, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman
Proses pengukuran dilaksanakan pada Agustus 2024 di 17 kapanewon. Survei TGM ini menyasar 2.951 responden dari berbagai latar belakang baik usia, jenis kelamin, pendidikan, dan tingkat penghasilan.
BACA JUGA: Tingkat Kegemaran Membaca di Bantul Capai 72,10 Poin
"Survei ini telah dilaksanakan di seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman, sehingga insyaallah telah mewakili secara ril Kabupaten Sleman," imbuhnya.
Beberapa indikator yang dinilai dalam survei meliputi, frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah yang dibaca, frekuensi akses internet dan durasi akses internet. Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Sleman tergolong tinggi, dengan nilai rata-rata 2,57. Angka itu menunjukkan masyarakat Sleman telah memiliki kegemaran membaca yang baik. Namun, jumlah buku yang dibaca masyarakat masih tergolong rendah yaitu 2,4 poin.
"Sementara frekuensi membaca masyarakat Sleman sudah tergolong baik dengan perolehan poin sebesar 2,7. Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada kebiasaan membaca dan dorongan untuk mencari tahu informasi lebih lanjut dalam diri masyarakat Sleman " ungkapnya.
Menariknya, hasil survei juga menunjukkan bahwa TGM tertinggi berada di Kapanewon Moyudan dengan total nilai 2,65. Sementara tingkat kegemaran membaca terendah berada di Kapanewon Depok dengan total nilai 2,44.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anton Sujarwo yang membacakan sambutan bupati mengatakan kegemaran membaca dapat menjadi faktor pendukung membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. Oleh karenanya, survei ini digelar untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memanfaatkan waktu untuk membaca dan mengidentifikasi tantangan yang perlu diidentifikasi.
"Survei ini juga menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan strategis untuk meningkatkan literasi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa