DPRD Jogja Dorong Retribusi Sampah Event Segera Diterapkan
DPRD Jogja mendorong retribusi sampah event insidentil segera diterapkan untuk mencegah masyarakat membayar layanan sampah dua kali.
Orang tua dan anak-anak SD mengikuti acara Liburan di Perpustakaan Kota Jogja, Senin (2/7/2018)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meningkatkan jam layanan perpustakaan mulai Juli 2025. Tambahan jam layanan perpustakaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Kota Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja mencatat TGM Kota Jogja pada tahun 2024 mencapai 74,31. Sementara tahun ini, Pemkot Jogja menargetkan TGM mencapai 74,75.
epala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Nunun Zulaikha menuturkan dengan angka tersebut masyarakat Kota Jogja dinilai telah memiliki minat dan kebiasaan membaca yang cukup baik. Hal itu lantaran TGM Kota Jogja tahun lalu pun telah melebihi TGM nasional yang mencapai 72,44.
“Meski begitu, masih ada kendala dalam peningkatan angka TGM masyarakat, [kendala berupa] masyarakat belum sepenuhnya memahami arti perpustakaan untuk meningkatkan literasi mereka,” katanya, Senin (8/9/2025).
BACA JUGA: Angka Kemiskinan DIY Ditargetkan Turun hingga 9,97 Persen
Menurutnya di tengah arus digitalisasi, masyarakat perlu dibekali dengan kemampuan literasi yang tinggi untuk dapat membedakan informasi yang dapat dipercayai dan tidak.
“Kalau tidak diimbangi dengan [kemampuan] literasi yang bagus maka orang akan mudah terprovokasi, karena informasi yang didapat belum tentu benar,” katanya.
Karena itu, dia pun terus berupaya untuk meningkatkan literasi masyarakat. Dia menuturkan peningkatan literasi masyarakat dilakukan dengan meningkatkan jam buka layanan perpustakaan Kota Jogja dari sebelumnya pukul 07.30-17.00 WIB menjadi pukul 07.30-20.00 WIB. Dari penambahan jam layanan perpustakaan tersebut menurutnya ada peningkatan pengunjung perpustakaan yang signifikan.
“Dengan penambahan jam layanan ini harapannya perpustakaan menjadi tempat yang nyaman untuk beraktivitas di malam hari,” ujarnya.
Dia menuturkan sebagian besar layanan perpustakaan di Kota Jogja dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, mereka memanfaatkan layanan perpustakaan tersebut untuk mengerjakan tugas dengan memanfaatkan buku bacaan yang ada dan layanan internet yang ada.
“Kami berupaya memenuhi harapan masyarakat agar perpustakaan bisa memenuhi kebutuhan literasi masyarakat dengan penambahan jam layanan ini,” katanya.
Selain itu menurutnya, Pemkot Jogja juga berupaya meningkatkan angka TGM masyarakat melalui berbagai kegiatan berbasis literasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja mendorong retribusi sampah event insidentil segera diterapkan untuk mencegah masyarakat membayar layanan sampah dua kali.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.
Malang menjadi destinasi wisata domestik favorit 2026 menurut Traveloka, disusul Bandung, Jogja, Semarang, dan Palembang.
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.