Bus Tak Lagi Parkir di TKP Senopati, Ini Lokasi Drop Zone Wisata Taman Pintar Jogja
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Penjual beras di Pasar Tradisional. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Harga beras di Kota Jogja mengalami kenaikan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja menyebut berkurangnya pasokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga beras medium dan premium.
Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno mengatakan hasil survei lapangan menunjukkan harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) masih dalam kondisi normal. Kenaikan justru terjadi pada beras jenis medium dan premium.
"Jadi, harga beras ini di bulan September mengalami kenaikan yang terindikasi dari jumlah pasokannya yang kurang. Mungkin disebabkan oleh faktor El Nino. Produksi yang berkurang ini membuat harga menjadi naik," katanya, Kamis (1/10/2026).
Kondisi pasokan beras tersebut menjadi perhatian karena beras merupakan salah satu komoditas dengan tingkat konsumsi tinggi di masyarakat. Perubahan harga beras juga dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan inflasi Kota Jogja.
Harga Beras Punya Pengaruh terhadap Inflasi
Joko menjelaskan beras menjadi salah satu komoditas yang sensitif terhadap inflasi. Dalam penghitungan inflasi, beras bersama terigu berada pada urutan kedelapan berdasarkan bobot komoditas.
Semakin besar bobot suatu komoditas dalam penghitungan inflasi, semakin besar pula pengaruh perubahan harganya terhadap angka inflasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, pergerakan harga beras menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan.
Secara tahunan, inflasi Kota Jogja pada September 2026 tercatat sebesar 3,31%. Angka tersebut masih berada dalam koridor sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% plus minus 1%.
Sementara itu, secara kumulatif Januari-September 2026, inflasi Kota Jogja tercatat 1,93%. Joko mengatakan perkembangan inflasi sampai akhir tahun masih akan ditentukan oleh pergerakan harga dalam tiga bulan terakhir.
"Kalau misalnya tiga bulan ini kondisinya inflasinya seperti bulan ini, 0,2%, kita mungkin tidak akan sampai 2,5%. Mungkin masih di tengah-tengah," ujarnya.
Harga Pangan Berpotensi Naik Menjelang Nataru
Di tengah kenaikan harga beras, BPS Kota Jogja juga melihat kecenderungan kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang akhir tahun. Peningkatan aktivitas masyarakat dan kebutuhan konsumsi selama periode Natal dan Tahun Baru atau Nataru menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
Beberapa bahan pangan yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan antara lain daging ayam ras, telur, daging, serta bumbu-bumbu. Saat ini, harga daging ayam ras disebut mulai menunjukkan kenaikan.
"Biasanya bahan pokok itu naik, telur, bahan bumbu dan sebagainya. Biasanya trennya begitu, karena banyak wisatawan datang dan sebagainya," katanya.
Selain permintaan yang meningkat pada akhir tahun, kondisi pasokan beras juga masih perlu dicermati. Musim hujan yang belum terjadi berpotensi membuat masa tanam padi mundur, terutama di wilayah yang mengandalkan sawah tadah hujan.
Menurut Joko, pasokan beras di wilayah yang memiliki sistem pengairan mungkin masih relatif terjaga. Namun, secara umum produksi beras dapat terdampak apabila pasokan air untuk pertanian terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 2 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.