BEDAH BUKU: Pentingnya Ketahanan dan Komunikasi Keluarga
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Bedah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak di Joglo Mataram Sawahan, Sumberagung, Jetis, Bantul pada Selasa (2/7/2024) pagi. Harian Jogja/Jumali
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak di Joglo Mataram Sawahan, Sumberagung, Jetis, Bantul pada Selasa (2/7/2024) pagi.
Bedah buku yang melibatkan warga sekitar tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, tetapi juga mendorong kepada para peserta untuk menyiapkan anak-anak mereka menjadi seorang entrepreneur.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin menyampaikan, perkembangan teknologi utamanya media sosial telah banyak berdampak pada daya tahan anak secara pribadi. Media sosial dinilai membuat banyak anak tidak mampu bertahan dan mandiri. "Ini yang kami khawatirkan. Jika tidak dikelola dengan baik, efek negatif dari media sosial ini akan sangat dahsyat," katanya, Selasa.
Oleh karena itu, pihaknya sengaja menggandeng DPAD DIY untuk membedah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak. Hal ini penting untuk mengingatkan kepada orang tua terkait potensi dan ketertarikan anak.
Apabila anak tersebut memiliki ketertarikan sebagai wirausaha, menurut dia, orang tua perlu menyiapkannya. "Maka orang tua harus bisa mendampingi anak dalam proses menjadi entrepreneur," kata politikus PKS tersebut.
Dengan adanya pendampingan tersebut, menurut Amir, setiap potensi dalam diri anak dapat digali. Harapannya, mereka mampu menjadi generasi penerus bangsa yang gemilang untuk mendukung kemajuan bangsa.
Penulis buku, Sri Yatmi menguraikan beberapa waktu terakhir banyak bermunculan wirausaha yang menjalankan berbagai bidang usaha. Akan tetapi, dalam perkembangannya, banyak yang tidak bisa bertahan. “Salah satunya karena belum memiliki mental wirausaha yang kuat," katanya.
BACA JUGA: Masa Daftar Ulang Sekolah Kulonprogo, Disdikpora Tegaskan Tak Ada Pungutan
Untuk itu, lanjut dia, perlu ditanamkan dan dikembangkan jiwa wirausaha kepada anak sejak dini. Harapannya, dengan adanya penanaman jiwa wirausaha akan membantu anak nanti meningkatkan kepercayaan diri, disiplin, tanggung jawab dan keterampilan berkomunikasi. Sebab, menurut dia, bekal tersebut penting bagi kelanjutan sang anak.
"Ini jadi bekal mereka saat dewasa nantinya," katanya.
Menurut dia, salah satu bentuk menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak dini bisa dilakukan dengan membiasakan anak-anak melakukan sendiri hal-hal yang sudah bisa mereka dilakukan. Selain itu, perlu komunikasi intens antara orang tua dengan anak. Orang tua juga bisa mengajari anak dalam menghadapi masalah.
"Anak juga harus diajari untuk membuat keputusan. Orang tua bisa membantu anak membuat keputusan sejak dini, agar mereka terbiasa nantinya," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Gagal bayar pinjol memiliki sejumlah risiko, mulai dari penagihan, denda, riwayat kredit hingga persoalan wanprestasi. Ini langkah menghadapinya.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.