Pakar Ungkap 5 Posisi Intim yang Dinilai Tingkatkan Kepuasan Pasangan
Pakar kesehatan seksual mengungkap beberapa variasi posisi intim yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan, kepuasan, dan keharmonisan pasangan.
Aris Suharyanta./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Bakal calon kepala daerah dari Partai Gerindra, Aris Suharyanta telah bertemu dengan DPP Partai Gerindra di Jakarta, Senin (1/7/2024).
Dalam pertemuan yang juga digunakan sebagai ajang fit and proper test, mantan Kepala DPUPKP Bantul itu justru diminta oleh DPP Partai Gerindra untuk maju menjadi calon Bupati Bantul pada Pilkada 2024. "Saya diminta untuk maju jadi bupati," kata Aris kepada Harianjogja.com, Selasa (2/7/2024) sore.
Menurut Aris, ada sejumlah pertimbangan DPP Gerindra meminta dirinya maju sebagai bupati Bantul pada Pilkada mendatang. Selain ingin memenangkan Pilkada, DPP Gerindra ingin agar Bupati Bantul kembali dipegang oleh wakil Gerindra. "DPP ingin mengulang era pak Suharsono. Kebetulan Pak Suharsono dulu kan Gerindra. Dan, satu-satunya bupati dari Gerindra yang di DIY," lanjut Aris.
Hanya saja, Aris mengaku tidak bisa gegabah dan langsung mengambil keputusan maju sebagai bupati pada Pilkada mendatang. Sebab, dirinya akan bertemu dengan DPC Gerindra Bantul dan DPD Gerindra DIY terkait nanti akan maju sebagai bupati ataupun wakil bupati. Selain itu, DPP Gerindra juga akan bertemu dengan DPC Gerindra Bantul dan DPD Gerindra DIY. "Intinya saya serahkan ke partai nanti keputusannya seperti apa," papar Aris.
Terpisah, Ketua DPC Gerindra Bantul, Datin Wisnu Pranyoto mengatakan sejak awal DPP Gerindra memang ingin agar bakal calon yang maju di Pilkada memilih posisi calon bupati. Hanya saja, kondisi perpolitikan lokal berbeda dengan nasional.
Oleh karena itu, Datin mengaku DPC Gerindra Bantul memilih realistis dengan meraih kemenangan di Pilkada daripada memaksakan calonnya maju sebagai bupati.
BACA JUGA: Pensiun dari ASN, Aris Suharyanta Segera Temui DPP Gerindra untuk Maju di Pilkada Bantul
Selain itu, DPC Gerindra juga akan melihat respons dari arus bawah ketika Aris Suharyanta mau dicalonkan sebagai bupati. "Tujuannya kan memang ingin menang di Pilkada, jadi kami akan realistis saja," tandas Datin.
Menurut Datin, sejauh ini masih ada banyak kemungkinan terkait nanti posisi yang akan diajukan untuk Aris Suharyanta. Aris Suharyanta bisa saja tetap dijagokan menjadi wakil bupati, tetapi ada kemungkinan Aris Suharyanta maju sebagai bupati pada Pilkada mendatang.
Meski demikian, Datin yakin usai menjalani fit and proper test, Aris Suharyanta akan segera mendapatkan surat tugas untuk maju sebagai calon kepala daerah. "Dan ini semua masih dinamis. Karena kami masih terus berkomunikasi dengan partai lain terkait koalisi ke depan," ucap Datin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar kesehatan seksual mengungkap beberapa variasi posisi intim yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan, kepuasan, dan keharmonisan pasangan.
Chapter Jogja Art Fair 2026 Tutup dengan Antusiasme Tinggi, Perluas Ruang Pertemuan Seniman dan Kolektor
Pabrik plasma darah Rp4 triliun di Karawang ditargetkan beroperasi 2027 untuk kurangi impor obat dan perkuat industri kesehatan.
Pemerintah siapkan Rp6,26 triliun untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi 2026, targetkan ratusan ribu peserta.Kata Kunci SEO
DPR usul gaji guru minimal Rp5 juta per bulan, respons pidato Prabowo soal kebocoran anggaran negara.
Prabowo sebut tahu dalang demo dibayar, soroti aksi tanpa tuntutan jelas dalam Penas KTNA 2026 di Gorontalo.