Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, ikut memanen mentimun di kalurahan Pondokrejo, Tempel, Kamis (4/7/2024)./ist Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Kalurahan Pondokrejo, Tempel, memanen komoditas mentimun di lahan tanah kas kalurahan, Kamis (4/7/2024). Diharapkan tanah kas kalurahan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masayrakat.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang turut hadir dalam panen mentimun ini menuturkan sektor pertanian memiliki peranan penting dan strategis dalam pembangunan daerah di Sleman. Oleh karenanya, program optimalisasi tanah kas Kalurahan yang dikelola masyarakat menjadi lahan pertanian dapat memotivasi para petani.
“Saya berharap semoga hasil panen dari program optimalisasi tanah kas Kalurahan ini dapat memberi nilai tambah ekonomi dan semakin memotivasi para petani untuk meningkatkan produksi pertanian terkhusus hortikultura,” ujarnya.
Lebih lanjut, dengan adanya dukungan dari dana keistimewaan ini kedepannya petani di Pondokrejo harus dapat memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian untuk mendongkrak produktivitas, menjaga kualitas produk, menjamin keberlanjutan produk dan mampu mengakses pasar digital.
BACA JUGA: 66 Tahun Sate Pak Parto Jadi Ikon Wisata Kuliner Kaliurang
Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, mengapresiasi kepada Kalurahan Pondokrejo dan Kabupaten Sleman untuk berkolaborasi dalam melaksanakan program optimalisasi tanah kas Kalurahan yang dimanfaatkan menjadi lahan pertanian masyarakat.
“Dengan adanya Pergub No. 24/2024 tentang Pemanfaatan Tanah Kalurahan, harapannya tanah di Kalurahan betul betul bisa dioptimalkan dengan tidak hanya sekedar diambil sewanya namun bagaimana bisa untuk memberdayakan serta mensejahterakan masyarakat,” kata dia.
Penggunaan tanah kas Kalurahan bisa beragam mulai dari pertanian hortikultura, peternakan, perikanan, hingga pertanian padi. Menurutnya yang terpenting adalah pemanfaatan tanah itu sendiri serta dampak positifnya bagi perekonomian masyarakat.
Wilayah lainnya pun diminta dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan warga Pondokrejo. “Saya berharap kedepan Kalurahan-Kalurahan lain dapat memanfaatkan program ini yang tentu harapan kita bersama masyarakat dapat berdaya dan sejahtera,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Kebakaran lahan di Kulonprogo melonjak menjadi 17 kejadian sepanjang 2026 akibat musim kemarau kering dan meningkatnya risiko kebakaran.
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
KAI memberikan diskon tiket kereta api 20 persen di Railway Technology Indonesia 2026 untuk sejumlah perjalanan di Jawa dan Sumatera.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Tiga atlet voli pantai DIY mengikuti pelatnas di Sentul untuk persiapan Asian Games 2026 dan ditargetkan meraih medali.