Bima Mobile Bawa Bank Jateng Raih Top Digital Application 2026
Bank Jateng meraih penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 dalam kategori Top Digital Application - Regional Banking
Suasana sarasehan oleh BPKSF kepada masyarakat di sekitaran Sumbu Filosofi dengan tema SI sufi ekonomi, Selasa (9/7/2024)./Harian Jogja-Yosef Leon
JOGJA—Balai Pengelola Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) mencoba memanfaatkan penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Upaya itu dilakukan dengan menggelar sarasehan dengan tema Si Sufi ekonomi yang diikuti oleh pengurus LPMK dan anggota Karang Taruna di seputaran kawasan Sumbu Filosofi pada Selasa (9/7/2024) di Museum Sonobudoyo.
Kepala BPKSF Jogja, Hendro Suprantoro menyatakan salah satu tujuan dari penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia adalah adanya peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang ada di kawasan tersebut.
"Walaupun syarat dan ketentuannya itu sangat ketat ketika bicara soal pemanfaatan ekonomi. Namun mau tidak mau karena ini salah satu cara juga untuk ada relasi yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme antara warisan budaya dunia dengan peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Hendro menerangkan, pemanfaatan dan pelestarian kawasan Sumbu Filosofi bisa dilaksanakan sekaligus mengungkit perekonomian warga. Maka pihaknya pun mendatangkan narasumber yang kompeten untuk berbagi pengetahuan soal pemanfaatan ekonomi kawasan cagar budaya.
"Jadi memang harus hati-hati dalam pemanfaatannya. Karena kami juga sadar bahwa ketika itu diusulkan ada harapan besar untuk bisa memanfaatkan penetapan itu dalam menambah kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Pengajar ISI Jogja, Koes Yuliadi yang menjadi narasumber menerangkan penetapan Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan budaya dunia menjadi salah satu fungsi branding kota. Dalam konteks perkembangan industri pariwisata, narasi ini sangat eksotik, citra uniknya bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran kota dalam menarik wisatawan atau investor.
"Narasi ini jelas mampu menyempurnakan emosi kolektif, membentuk nilai-nilai dasar, menghidupkan perasaan, serta menanamkan ide dan citra yang tepat sebagai kota yang memang istimewa," jelasnya.
Sementara narasumber lainnya antropolog dan menejemen seni Kusen Alipah Hadi menjelaskan, Sumbu Filosofi Jogja merupakan bukti bahwa ada kebudayaan yang hidup di kawasan sekitarnya.
Hal itu disebutnya harus dimanfaatkan lantaran adanya kebudayaan yang hidup itu bisa meningkatkan ekonomi warga. "Pemanfaatannya itu bisa dilakukan dengan menggabungkan manajemen modern dan kepemimpinan tradisional."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng meraih penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 dalam kategori Top Digital Application - Regional Banking
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.
Indonesia menjamu Rumania pada Piala Davis Grup II Dunia 2026 di Jakarta, 18-20 September, dengan target bertahan di Grup II.