Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Petugas Damkarmat Jogja memadamkan api di SD Bhayangkara, Klitren, Rabu (10/7/2024). /ist Damkarmat Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Satu kelas di SD Bhayangkara, jalan Kemakmuran, Klitren, Kota Jogja terbakar pada Rabu (10/7/2024). Diduga kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kepala Dinas pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja, Taokhid, menjelaskan kebakaran terjadi pukul 08.45 WIB. “Objek yang terbakar ruang kelas, dengan luasan yang terbakar 1×2 meter persegi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menuturkan kebakaran bermula ketika guru piket mendengar ledakan di ruang kelas lantai 2. Setelah dicek, ternyata terjadi kebakaran. “Guru tersebut lalu menghubungi Dinas Damkarmat Jogja. Sambil menunggu, guru piket berusaha memadamkan api dengan tiga apar,” katanya.
Satu regu Damkarmat Jogja diterjunkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman api berlangsung sekitar 25 menit. “Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.