BEDAH BUKU: Pentingnya Ketahanan dan Komunikasi Keluarga
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY menggelar bedah buku bertajuk Konsep Ekonomi Hijau dalam Perspektif Keistimewaan DIY di Joglo Yoso, Palbapang, Bantul, Senin (22/7). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY menggelar bedah buku bertajuk Konsep Ekonomi Hijau dalam Perspektif Keistimewaan DIY di Joglo Yoso, Palbapang, Bantul, Senin (22/7).
Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY Sri Wahyudi menyampaikan bedah buku tersebut diselenggarakan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan melalui filosofi Hamemayu Hayuning Bawono sekaligus untuk meningkatkan tingkat gemar membaca di kalangan masyarakat.
BACA JUGA : BEDAH BUKU: Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Sejarah dan Budaya Jogja
Sejauh ini tingkat kegemaran membaca masyarakat DIY dinilai cukup baik karena DIY mendapat predikat provinsi dengan tingkat kegemaran membaca terbaik secara nasional dalam dua tahun terakhir.
“Tema konsep ekonomi hijau dalam perspektif keistimewaan DIY diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Dalam konsep ekonomi hijau, DIY memiliki filosofi Hamemayu Hayuning Bawono yang digunakan sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di DIY,” tuturnya, Senin.
DIY dianggap punya strategi yang menyeluruh dan terpadu untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono. Filosofi itu menekankan keharmonisan antara manusia, alam dan semesta yang menjadi panduan utama dalam mengambil langkah-langkah praktis.
Selain itu, konsep tersebut memandu DIY untuk menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan inovasi modern dalam berbagai sektor kunci. Penggabungan nilai-nilai tradisional dengan praktik modern yang ada di DIY dapat mencapai pembangunan berkelanjutan yang efektif dan holistik.
Penulis Dwinanta Nugroho menilai implementasi konsep ekonomi hijau dalam perspektif keistimewaan DIY terlihat dalam pembangunan berkelanjutan yang bukan hanya mengenai pertumbuhan angka tetapi juga mengenai membangun masyarakat yang seimbang, berkelanjutan dan merawat alam sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
“Dengan tetap mempertahankan keunikan budaya dan filosofi lokal, DIY menunjukkan dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan identitas dan nilai-nilai kultural,” ujarnya.
BACA JUGA : BEDAH BUKU: Cegah Tengkes, Masyarakat Bisa Kembali ke Pangan Lokal
Staf Ahli DPRD DIY, Afrika Rahman, yang mewakili anggota DPRD DIY, Aslam Ridhlo, menuturkan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono telah menjadi dasar filosofis dalam pengembangan strategi pembangunan yang berkelanjutan di DIY.
“Konsep ini mengajarkan pentingnya harmoni antara manusia, alam dan semesta, menekankan pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keharmonisan tersebut,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.