BEDAH BUKU: Meningkatkan Literasi sekaligus Mengembangkan Bisnis UMKM

Media Digital
Media Digital Selasa, 23 Juli 2024 22:17 WIB
BEDAH BUKU: Meningkatkan Literasi sekaligus Mengembangkan Bisnis UMKM

Acara bedah buku berjudul Rahasia UMKM Anti Gagal yang digelar DPAD DIY di Pendopo Gudeg Mbok Mandeg, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja, Selasa (23/7/2024)./Lugas Subarkah

JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar acara bedah buku berjudul Rahasia UMKM Anti Gagal di Pendopo Gudeg Mbok Mandeg, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja, Selasa (23/7/2024).

Melalui acara ini diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk membuat usaha.

Salah satu narasumber bedah buku dari staf Fraksi Gerindra DPRD DIY, Guntur Yudhianto yang mewakili anggota DPRD DIY Sinarbiyat Nujanat menjelaskan buku ini dipilih karena bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dekat dengan kehidupan masyarakat, dan cukup ringan untuk dipahami, sehingga lebih menarik bagi pembaca buku pemula.

“Kami selektif dalam memilih buku, bagaimana buku itu juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih, saat ini bidang UMKM menjadi andalan bagi ibu-ibu dan remaja. Kalau mereka dikasih buku berat akan sulit untuk mengawali membaca, tetapi kalau bukunya praktis dan mudah dipahami, ini menjadi awal bagi masyarakat untuk semakin senang membaca,” katanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan minat baca masyarakat semakin meningkat. “Harapannya masyarakat bisa mendapat literasi dari buku yang bermanfaat dan bisa melakukan kegiatan UMKM. Di buku ini ada tips and trik agar UMKM bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Buku Rahasia UMKM Anti Gagal terdiri dari lima bab, meliputi Silakan Berkaca, Kenali Potensi Anda; Mencari Inspirasi dan Potensi Usaha; Rencana Usaha Anda; Strategi Jitu Meraup Untung; Tips Memulai dan Mengelola Bisnis UMKM.

Penulis buku Rahasia UMKM Anti Gagal, Tri Darmini, menuturkan dalam dunia usaha, setiap individu memiliki potensi unik yang bisa dikembangkan untuk meraih kesuksesan. “Mengembangkan potensi ini adalah langkah pertama dalam memulai bisnis,” katanya.

Karakter seseorang, menurutnya, sangat memengaruhi kinerjanya dalam bisnis. Dia mencontohkan orang yang suka berinteraksi cocok dengan bisnis yang membutuhkan banyak komunikasi seperti retail atau layanan pelanggan.

“Sebaliknya, orang yang suka bekerja sendiri lebih cocok untuk usaha kreatif seperti penulisan atau desain grafis. Mengenali karakter pribadi juga penting untuk memilih model bisnis, misalnya orang yang teliti cocok dalam bisnis yang membutuhkan akuntansi atau pengelolaan stok,” katanya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencari inspirasi dan potensi usaha di antaranya mengamati tren pasar, menganalisis kebutuhan lokal, menggali hobi dan minat pribadi, belajar dari kisah sukses serta melakukan eksperimen.

“Terkadang cara terbaik untuk menemukan potensi usaha adalah dengan mencoba berbagai ide dan melihat mana yang berhasil. Proses ini memerlukan pembuatan model sederhana dan mengujinya di pasar dengan biaya minimal,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online