Pemkot Yogyakarta Kembali Gelar Bedah Rumah
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Seorang peserta sedang tampil dalam Lomba Macapat dalam rangkaian Lomba Bahasa dan Sastra yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (23/8/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Sleman menggelar Festival Sendratari dan Lomba Bahasa dan Sastra 2024, Sabtu (20/7/2024). Setiap pemenang nantinya berhak mewakili Kabupaten Sleman di ajang yang sama di tingkat provinsi.
Dalam Festival Sendratari yang digelar di Balai Budaya Pandowoharjo, ada enam kelompok yang ikut serta dengan jumlah personel masing-masing kelompok adalah sebanyak 35 orang. “Acara berjalan dengan lancar dan pemenangnya sudah ditentukan,” kata Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan Sleman, Eko Ferianto, kemarin.
Menurut dia, masing-masing kelompok merupakan perwakilan dari zonasi kewilayah di Sleman. Adapun sendratari yang dipertunjukan bertema Panji dengan model tarian gagrak Yogyakarta.
Setiap kelompok diberikan durasi waktu selama 20-25 menit. Dewan juri akan menilai berkaitan dengan kostum, kekompakan teatrikal dan lain sebagainya. “Pemenang sudah ditentukan dan nantinya berhak mewakili Sleman untuk maju ke tingkat provinsi,” katanya.
Eko menjelaskan, festival sendratari digelar sebagai upaya mengasah kemampuan seniman tari gaya Yogyakartanan. “Makanya kelompok yang berpartisipasi tidak banyak karena memang orang yang ikut sudah terampil di bidang seni. Yang jelas, ini juga sebagai pengenalan sendratari ke Masyarakat,” katanya.
Kepala Seksi Bahasaa dan Sastra, Bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman, Dinas Kebudayaan Sleman, Ita Kurniawati mengatakan Lomba Bahasa dan Sastra digelar mulai 23-30 Juli 2024. Total ada 505 peserta yang mengikuti perlombaan yang terbagi dalam tujuh perlombaan.
Ketujuh lomba ini meliputi Macapat; Maca Geguritan; Maca Cerkak; Alih Aksara; Sesorah; Pranotocoro dan Dongeng. “Hari ini dimulai untuk lomba macapat,” kata Ita di sela-sela lomba yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Dia menjelaskan, di setiap berlombaan terdiri dari kategori anak, remaja, dewasa dan umum. Nantinya, di setiap lomba diambil enam terbaik sebagai pemenang dan yang tampil sebagai juara pertama berhak mengkuti lomba sama di tingkat provinsi. “Mudah-mudahan lomba Bahasa dan Sastra Jawa ini bisa berlangsung lancar hingga selesai acara di 30 Juli mendatang,” katanya.
Ita menambahkan, tujuan digelarnya lomba sebagai upaya pembinaan dan pelestarian terhadap Bahasa dan sastra yang berkembang di Masyarakat. Diharapkan juga sebagai upaya meningkatkan kualitas maupun kapasitas masyarakat dalam mendalami Bahasa Jawa. “Harus terus dilestarikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.