TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Perkuat Ketahanan Pesisir
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik keberlanjutan melalui aksi penanaman 20.000 bibit mangrove
Seorang peserta sedang tampil dalam Lomba Macapat dalam rangkaian Lomba Bahasa dan Sastra yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (23/8/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Sleman menggelar Festival Sendratari dan Lomba Bahasa dan Sastra 2024, Sabtu (20/7/2024). Setiap pemenang nantinya berhak mewakili Kabupaten Sleman di ajang yang sama di tingkat provinsi.
Dalam Festival Sendratari yang digelar di Balai Budaya Pandowoharjo, ada enam kelompok yang ikut serta dengan jumlah personel masing-masing kelompok adalah sebanyak 35 orang. “Acara berjalan dengan lancar dan pemenangnya sudah ditentukan,” kata Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan Sleman, Eko Ferianto, kemarin.
Menurut dia, masing-masing kelompok merupakan perwakilan dari zonasi kewilayah di Sleman. Adapun sendratari yang dipertunjukan bertema Panji dengan model tarian gagrak Yogyakarta.
Setiap kelompok diberikan durasi waktu selama 20-25 menit. Dewan juri akan menilai berkaitan dengan kostum, kekompakan teatrikal dan lain sebagainya. “Pemenang sudah ditentukan dan nantinya berhak mewakili Sleman untuk maju ke tingkat provinsi,” katanya.
Eko menjelaskan, festival sendratari digelar sebagai upaya mengasah kemampuan seniman tari gaya Yogyakartanan. “Makanya kelompok yang berpartisipasi tidak banyak karena memang orang yang ikut sudah terampil di bidang seni. Yang jelas, ini juga sebagai pengenalan sendratari ke Masyarakat,” katanya.
Kepala Seksi Bahasaa dan Sastra, Bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman, Dinas Kebudayaan Sleman, Ita Kurniawati mengatakan Lomba Bahasa dan Sastra digelar mulai 23-30 Juli 2024. Total ada 505 peserta yang mengikuti perlombaan yang terbagi dalam tujuh perlombaan.
Ketujuh lomba ini meliputi Macapat; Maca Geguritan; Maca Cerkak; Alih Aksara; Sesorah; Pranotocoro dan Dongeng. “Hari ini dimulai untuk lomba macapat,” kata Ita di sela-sela lomba yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Dia menjelaskan, di setiap berlombaan terdiri dari kategori anak, remaja, dewasa dan umum. Nantinya, di setiap lomba diambil enam terbaik sebagai pemenang dan yang tampil sebagai juara pertama berhak mengkuti lomba sama di tingkat provinsi. “Mudah-mudahan lomba Bahasa dan Sastra Jawa ini bisa berlangsung lancar hingga selesai acara di 30 Juli mendatang,” katanya.
Ita menambahkan, tujuan digelarnya lomba sebagai upaya pembinaan dan pelestarian terhadap Bahasa dan sastra yang berkembang di Masyarakat. Diharapkan juga sebagai upaya meningkatkan kualitas maupun kapasitas masyarakat dalam mendalami Bahasa Jawa. “Harus terus dilestarikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik keberlanjutan melalui aksi penanaman 20.000 bibit mangrove
Toyota berencana menambah pilihan kendaraan elektrifikasi setelah penjualan mobil hybrid dan listrik meningkat hampir dua kali lipat di GIIAS 2026.
Gelombang panas ekstrem membuat Slovakia menetapkan status darurat di dua wilayah akibat krisis air minum. Suhu negara itu mencapai 42,2 derajat Celsius.
Survei IPO menempatkan Teddy Indra Wijaya di posisi kedua pejabat Kabinet Merah Putih dengan penilaian positif 33,5 persen.
Pemkab Pekalongan membenahi birokrasi setelah OTT Bupati Fadia Arafiq. ASN akan ditempatkan berdasarkan kompetensi, kemampuan, dan profesionalisme.
Trackhouse belum memikirkan gelar MotoGP 2026 meski Ai Ogura berada di posisi kedua. Justin Marks memilih fokus pada setiap balapan.