BEDAH BUKU: Tingkatkan Budaya Baca, Gelar Bedah Buku Tema Keluarga

Media Digital
Media Digital Rabu, 24 Juli 2024 21:22 WIB
BEDAH BUKU: Tingkatkan Budaya Baca, Gelar Bedah Buku Tema Keluarga

Anggota DPRD DIY Muhammad Syafi'i tengah memberi paparan pada kegiatan bedah buku di Pendopo Migunani, Pandeyan, Umbulharjo, Rabu (24/7/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin

JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Pendopo Migunani, Pandeyan, Umbulharjo, Rabu (24/7/2024). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga Kelurahan Semaki dan Pandeyan. Buku yang kali ini dibedah mengangkat tema keluarga dengan judul Cinta Dua Cahaya. Buku ini dikarang oleh pasangan konselor keluarga Cahyadi Takariawan dan istrinya, Ida Nur Laila.

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, menuturkan buku ini memuat biografi penulis. Peserta bedah buku diharapkan dapat memetik hikmah dari setiap pembahasan yang ada di dalam buku Cinta Dua Cahaya. Pengalaman penulis juga bisa dijadikan pelajaran. Menurut Syafi’i buku ini cocok untuk dibaca baik bagi remaja ataupun dewasa.

“Bisa diambil ilmu dan pengalaman dari sisi yang lain,” ujar Syafi’i saat ditemui di Pendopo Migunani, Rabu (24/7/2024).

Syafi’i mengatakan gelaran bedah buku kali ini bisa menjadi stimulus bagi masyarakat untuk menumbuhkan kegemaran membaca. Sebab, di era kemajuan teknologi seperti saat ini kebanyakan masyarakat mulai meninggalkan buku. Masyarakat sudah merasa mendapatkan informasi melalui gawai. Padahal, bagi Syafi’i, manfaat membaca buku tak bisa digantikan dengan membaca informasi dalam gadget.

“Remaja bisa didorong dengan bacaan positif yang bisa memberikan motivasi untuk berkembang lebih baik di masa yang akan datang. Ibu bapak juga bukan berarti berhenti membaca. Justru akan banyak informasi, inspirasi, pengalaman hidup seseorang yang bisa dipetik dari membaca buku,” jelasnya.

Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY, Dewi Ambarwati, menuturkan kegiatan bedah buku ini dilakukan untuk meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat Yogyakarta.

Hal ini terbilang cukup berhasil lantaran pada 2023, DIY menduduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan minat dan budaya tertinggi se-Indonesia.

BACA JUGA: Serba-Serbi Olimpiade Paris 2024 yang Perlu Anda Ketahui

Selain gelaran bedah buku, ada juga berbagai upaya lainnya, misalnya dengan penyediaan pojok buku hingga perpustakaan keliling. Ambar mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan berbagai fasilitas perpustakaan yang ada.

“Ada berbagai komunitas baca. Saya yakin fasilitas perpustakaan di Kota Jogja yang memberikan layanan kepada masyarakat,” kata Ambar.

Dia mengajak masyarakat untuk kembali gemar membaca. Buku juga diharapkan bisa menjadi sumber informasi, sehingga informasi yang diterima masyarakat bukanlah informasi yang berasal dari sumber yang tidak jelas.

“Mencari informasi apapun jangan katanya, hoaks, mencari-cari di Internet informasi tidak benar. Carilah informasi di perpustakaan, toko buku, sehingga informasi yang didapatkan tepat,” ujarnya. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online