BEDAH BUKU: Pentingnya Ketahanan dan Komunikasi Keluarga
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Bedah buku berjudul Positive Parenting di Balai RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Rabu (24/7/2024)./Alfi Annisa Karin
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) menggelar kegiatan bedah buku di Balai RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Rabu (24/7/2024).
Buku yang diangkat pada gelaran bedah buku kali ini berjudul Positive Parenting. Buku ini ditulis oleh Muhammad Fauzil Adhim, seorang lulusan Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan bedah buku merupakan bentuk kerja sama antara DPAD DIY dengan DPRD DIY.
Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi'i menjelaskan tema terkait dengan pendidikan pola asuh orang tua ini penting untuk dibahas. Buku ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada orang tua sekaligus bisa meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.
Menurut Syafi'i, mengasuh anak membutuhkan keterampilan khusus dan tak bisa sembarangan. Salah salah, anak justru tak berkembang dari segi fisik maupun mentalnya. "Positive parenting adalah satu metode yang perlu dikenalkan kepada masyarakat, karena akan meningkatkan keterampilan orang tua untuk pengasuhan mereka terhadap anak-anak," ujar Syafi'i saat ditemui di Balai RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Rabu.
Syafi'i menambahkan orang tua sudah sepatutnya paham untuk mengarahkan potensi anak. Sehingga, potensi positif anak bisa digali dan potensi negatif bisa direduksi. Baginya tak ada kata terlambat untuk mulai membaca buku.
"Meski mengangkat tema parenting, tapi tidak ada kata terlambat untuk orang tua yang sudah punya anak besar maupun kecil untuk memperbaiki pola pengasuhan," katanya.
Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY Dewi Ambarwati menuturkan instansinya berupaya untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca di tengah masyarakat. DPAD DIY bahkan mengagendakan 220 kegiatan bedah buku yang diselenggarakan di seluruh DIY selama 2024. Bedah buku di Balai RW 16 Karanganyar ini merupakan kegiatan bedah buku ke-130. "Untuk di Kota Jogja saja sudah ke-28 kali," kata Ambar.
Dia menyebut kegiatan bedah buku sejatinya telah dilaksanakan secara konsisten bersama DPRD DIY sejak 2019 lalu.
Namun, pada saat itu peserta bedah buku tak mendapatkan buku dalam bentuk fisik, hanya berupa paparan saja. Ambar berharap bedah buku ini bisa mendekatkan buku kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat untuk membaca buku. "Diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat melalui buku. Bukan hanya dari Internet yang tidak jelas sumbernya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.