PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Bedah buku berjudul Positive Parenting di Balai RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Rabu (24/7/2024)./Alfi Annisa Karin
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) menggelar kegiatan bedah buku di Balai RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Rabu (24/7/2024).
Buku yang diangkat pada gelaran bedah buku kali ini berjudul Positive Parenting. Buku ini ditulis oleh Muhammad Fauzil Adhim, seorang lulusan Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan bedah buku merupakan bentuk kerja sama antara DPAD DIY dengan DPRD DIY.
Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi'i menjelaskan tema terkait dengan pendidikan pola asuh orang tua ini penting untuk dibahas. Buku ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada orang tua sekaligus bisa meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.
Menurut Syafi'i, mengasuh anak membutuhkan keterampilan khusus dan tak bisa sembarangan. Salah salah, anak justru tak berkembang dari segi fisik maupun mentalnya. "Positive parenting adalah satu metode yang perlu dikenalkan kepada masyarakat, karena akan meningkatkan keterampilan orang tua untuk pengasuhan mereka terhadap anak-anak," ujar Syafi'i saat ditemui di Balai RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Rabu.
Syafi'i menambahkan orang tua sudah sepatutnya paham untuk mengarahkan potensi anak. Sehingga, potensi positif anak bisa digali dan potensi negatif bisa direduksi. Baginya tak ada kata terlambat untuk mulai membaca buku.
"Meski mengangkat tema parenting, tapi tidak ada kata terlambat untuk orang tua yang sudah punya anak besar maupun kecil untuk memperbaiki pola pengasuhan," katanya.
Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY Dewi Ambarwati menuturkan instansinya berupaya untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca di tengah masyarakat. DPAD DIY bahkan mengagendakan 220 kegiatan bedah buku yang diselenggarakan di seluruh DIY selama 2024. Bedah buku di Balai RW 16 Karanganyar ini merupakan kegiatan bedah buku ke-130. "Untuk di Kota Jogja saja sudah ke-28 kali," kata Ambar.
Dia menyebut kegiatan bedah buku sejatinya telah dilaksanakan secara konsisten bersama DPRD DIY sejak 2019 lalu.
Namun, pada saat itu peserta bedah buku tak mendapatkan buku dalam bentuk fisik, hanya berupa paparan saja. Ambar berharap bedah buku ini bisa mendekatkan buku kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat untuk membaca buku. "Diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat melalui buku. Bukan hanya dari Internet yang tidak jelas sumbernya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.