Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Suasana penyambutan jemaah haji asal DIY yang telah pulang ke tanah air di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Senin (5/8/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Kanwil Kemenag DIY menyebutkan satu orang jemaah haji asal Gunungkidul, DIY masih berada di tanah suci atau Arab Saudi meskipun proses ibadah haji sudah rampung dan para jemaah lainnya sudah pulang ke tanah air.
Jemaah atas nama Samidi Jowiryo, 70, laki-laki itu dilaporkan sakit akibat kelelahan dan mesti dirawat intensif di rumah sakit Arab Saudi. Nantinya kepulangan jemaah asal Panggang, Gunungkidul itu menunggu kondisinya fit dan siap kembali ke daerah asal.
BACA JUGA : Kuota Haji Reguler Dialihkan ke Haji Reguler, DPR RI: Kemenag Berkoordinasi dengan Kami
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY Aidi Johansyah menjelaskan, jemaah itu masih dirawat intensif lantaran mengalami stroke dan disebut merupakan penyakit bawaan.
"Untuk proses kepulangan nanti tanggung jawab perwakilan perusahaan haji dari Konjen sampai dia sembuh," katanya, Senin (5/8/2024).
Adi menambahkan, pada tahun ini pihaknya memberangkatkan sebanyak 3.402 jemaah haji yang didampingi oleh 50 petugas sehingga total dari DIY sebanyak 3.452 orang. "Pada tahun ini yang meninggal dunia dalam proses ibadah haji ada enam orang," ungkapnya.
Enam jemaah yang meninggal dunia itu tiga dari Bantul, dua asal Kota Jogja dan seorang lainnya jemaah asal Kulonprogo. "Rata-rata memang karena usia lanjut dan punya riwayat penyakit bawaan," ujar Aidi.
Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej menyebut, enam jemaah haji yang meninggal dunia itu dimakamkan di Arab Saudi. Sementara satu jemaah haji asal Gunungkidul saat ini masih dirawat di Dr. Erfan & Bagedo General Hospital.
BACA JUGA : Jemaah Haji Asal DIY dan Jawa Tengah yang Meninggal Dunia di Tanah Suci Capai 73 Orang
Pada masa pemberangkatan jemaah DIY, tergabung dalam 11 kloter asal dan lima kloter mutasi karena sakit. Pada masa kepulangan jemaah haji dari DIY terdapat yang mutasi ke kloter lain, sehingga tergabung dalam 18 kloter.
Para jemaah haji ini dapat dipulangkan dalam keadaan selamat sampai di rumah masing-masing kecuali yang meninggal dunia di tanah suci dan yang sakit. "Semoga semua jemaah haji mendapat menyandang haji yang mabrur dan dapat melestarikan kemabrurannya dengan mengikuti kegiatan sosial keagamaan di masyarakat, majelis-majelis taklim serta bergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI),” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.