Kasus Femisida Seksual di Indonesia Meningkat Sepanjang 2025
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Al Makin. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Guru Besar Ilmu Filsafat sekaligus Rektor UIN Sunan Kalijaga Profesor Al Makin mengingatkan pentingnya membaca buku. Bukan sekadar memantau medsos yang hanya memuat tentang informasi. Hal itu disampaikan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi khususnya penggunaan medsos yang berpotensi melupakan masyarakat dalam membaca buku sebagai ilmu pengetahuan.
"Jangan lupa membaca buku. Jangan hanya mendengar dari Tiktok, Instagram, atau Youtube. Dengarkan lalu baca bukunya. Dunia saat ini penuh dengan informasi. Informasi bukan pengetahuan. Berita dan update. Bukan kebijakan," kata Al Makin saat memberikan sambutan wisuda, Rabu (7/8/2024). Dalam kesempatan itu Al Makin mewisuda sejumlah 444 orang lulusan, pada hari kedua prosesi pelaksanaan wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor periode IV tahun akademik 2023/2024, Rabu, 7/8/2024. Sebelumnya, Selasa, 6/8/2024, juga telah diwisuda sejumlah 454 orang.
BACA JUGA : Cara Melihat Video Riwayat Tontonan di TikTok
Menurutnya ada tiga hal yang berbeda antara informasi, atau berita, yang sangat berlimpah dan lebih-lebih; kedua pengetahuan yang masih langka dan terbatas, hanya orang-orang yang baca buku dan belajar yang mendapat pengetgahuan; dan terakhir kebijakan, hikmah, ini lebih langka lagi.
Semua yang ditangkap dari internet, baik melalui web, podcast, atau tayangan lainnya itu baru informasi. Makin menegashkan hal itu tak terbatas setiap hari ditambah. Meski demikian harus menyaringnya. Di sisi lain ia mengingatkan posisi pengetahuan ada diatas informasi. Karena, harus didalami dan mempelajari teori-teorinya. Mulai dari mempelajari tulisan, buku-buku, mendalami secara kritis dan menelaah secara hati-hati.
"Sekarang anak-anak, yang setiap saat pegang HP, katanya yang penting viral, yang penting gagah. Tren-nya saat ini, semua diukur dari berapa menarik followers/pengikut. Dapat like berapa? Dapat jempol dan komen bagaimana di medsos? Dapat haters berapa? Dapat forward, atau di tautkan ke grup lain tidak? Ini ukuran anak sekarang yang main media.
Kita berbuat atau tidak berbuat, seharusnya tidak tergantung kita viral atau tidak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.