DPRD Sleman Pelajari Pola Kemitraan Media di Surabaya
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri), saat menjadi pembicara dalam bedah buku yang digelar di Balai Warga Duwet RT07/RW34, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Kamis (8/8/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Upaya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY untuk meningkatkan tingkat kegemaran membaca masyarakat DIY terus ditempuh melalui berbagai cara, salah satunya lewat kegiatan bedah buku.
Digelar di berbagai wilayah di DIY, kegiatan ini membahas beragam topik untuk meningkatkan literasi masyarakat.
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, menjelaskan bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY menyasar 202 titik di seluruh wilayah DIY.
Di edisi ke-146, bedah buku diselenggarakan di Balai Warga Duwet RT07/RW34, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Kamis (8/8/2024).
Skema bedah buku yang hadir langsung ke lingkungan masyarakat punya banyak keunggulan, mulai dari topik buku yang bisa disesuaikan dengan potensi masyarakat, hingga jarak yang lebih dekat sehingga memudahkan akses warga untuk ikut membedah buku. "Bedah buku ini langsung menyasar ke desa, sehingga mudah-mudahan masyarakat khususnya di desa bisa mempengaruhi keluarganya untuk gemar membaca, kemudian meningkatkan minat baca tidak hanya budaya lisan," kata Asti, Kamis.
DIY, menurut Asti, pernah menduduki wilayah dengan tingkat membaca tertinggi di Indonesia. Harapannya melalui kegiatan bedah buku ini dapat mempertahankan capaian tersebut bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kegemaran membaca semakin meningkat. Mengingat DIY pernah mendapatkan peringkat tertinggi tingkat kegemaran membaca dan indeks peningkatan literasi masyarakat tertinggi," katanya.
Di Duwet, Sendangadi, buku yang dibedah bertajuk Warisan Istimewa, Filosofi Tradisi dan Harmoni Yogyakarta. Asti berharap dengan wawasan yang inspiratif ini, Keistimewaan DIY tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi bisa memberikan contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan jati diri.
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, yang hadir sebagai salah satu narasumber mengatakan dengan tema buku yang bedah, dirinya ingin memberikan gambaran tentang keistimewaan DIY serta kekhususan yang dimiliki. "Sejarah ini yang harus terus dilestarikan, dan ke depannya mau seperti apa. Ini warisan sejarah tetapi juga masih berlangsung, karena DIY masih punya Undang-Undang [UU] Keistimewaan," kata Anton.
Anton berharap dari bedah buku ini kebiasaan orang tua yang gemar membaca bisa ditiru oleh anak-anaknya. Selain itu, dia juga berharap dari sebuah buku ada diskusi antara orang tua dan anak tentang beragam hal. "Masyarakat bisa berdiskusi, misalnya tentang ini buku keistimewaan DIY ini," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.