Sri Sultan Tegaskan Nilai Luhur Jadi Arah Pembangunan Bantul
Sri Sultan HB X menegaskan pembangunan Bantul harus berlandaskan nilai luhur dan kepemimpinan berintegritas pada Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul.
Petugas damkar dan kepolisian usai mengevakuasi api yang membakar gudang produksi bambu. Dok Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Kebakaran melanda gudang produksi sekaligus ruang oven sebuah pabrik pengolahan bambu di Padukuhan Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, pada Sabtu (25/7/2026). Peristiwa yang terjadi setelah aktivitas produksi berakhir itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan melakukan pemadaman selama beberapa jam. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan seluruh aktivitas produksi di pabrik telah selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Sebagian besar pekerja telah meninggalkan lokasi, sementara tiga karyawan masih berada di sekitar pabrik karena membantu membersihkan pohon di rumah milik pemilik usaha yang berada di samping pabrik.
Sekitar pukul 15.30 WIB, salah seorang pekerja melihat kepulan asap hitam keluar dari arah ruang oven. Mereka kemudian mendatangi lokasi dan membuka pintu geser ruang oven untuk memastikan sumber asap tersebut.
"Peristiwa kebakaran terjadi di gudang produksi atau ruang oven pabrik bambu di wilayah Wonokromo, Pleret. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan lebih dari Rp1 miliar," kata Rita, Minggu.
Api Membesar Meski Sempat Dipadamkan dengan APAR
Saat pintu ruang oven dibuka, api diketahui telah membesar di dalam ruangan. Para pekerja berupaya memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan api yang terus membesar. Para pekerja kemudian berusaha menyelamatkan sejumlah barang di sekitar gudang agar tidak ikut terbakar.
Meski demikian, sekitar pukul 16.00 WIB, api mulai menghanguskan sebagian bangunan produksi.
Pemadaman Libatkan Sejumlah Instansi
Laporan kebakaran segera diteruskan kepada petugas. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama personel BPBD, Tagana, PMI, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Polsek Pleret.
"Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama unsur BPBD, Tagana, PMI, FPRB, serta personel Polsek Pleret. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.25 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan," ujar Rita.
Untuk mempercepat penanganan, petugas mengerahkan satu tangki air milik Tagana, satu tangki PMI, dua tangki BPBD, serta dua unit mobil pemadam kebakaran. Setelah api berhasil dikendalikan, proses pendinginan dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Selain melakukan pemadaman, kepolisian juga langsung melakukan penyelidikan. Tim Inafis Polres Bantul diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan barang bukti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari tungku oven yang digunakan dalam proses produksi bambu. Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran karena penyelidikan masih berlangsung.
"Untuk sementara, dugaan awal api berasal dari tungku oven produksi bambu. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan petugas yang melakukan olah TKP," tutur Rita.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab kebakaran dapat dipastikan. Di sisi lain, petugas juga masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian yang dialami pemilik pabrik akibat kebakaran yang meluluhlantakkan gudang produksi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menegaskan pembangunan Bantul harus berlandaskan nilai luhur dan kepemimpinan berintegritas pada Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.