Telkomsel Gelar Gladian Panji Relawan TERRA
Telkomsel menggelar Gladian Panji Relawan pada 9–11 Juli 2026 di Bandungan, Kabupaten Semarang.
Ilustrasi STTKD./Istimewa
BANTUL—Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) menerima akreditasi unggul pada program studi (Prodi) S1 Teknik Dirgantara tahun ini. Dengan predikat tersebut, STTKD optimistis mampu mengantarkan lulusan STTKD bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Sekretaris Prodi S1 Teknik Dirgantara, Ikbal Rizki Putra menyampaikan pencapaian tersebut menjadikannya sebagai Prodi S1 Teknik Dirgantara dari perguruan tinggi swasta (PTS) pertama di Indonesia yang mendapatkan predikat tersebut.
“Di Indonesia Prodi S1 Teknik Dirgantara yang mendapatkan predikat unggul hanya ada di ITB dan di tempat kami [STTKD],” ujarnya di Ruang Cessna, Selasa (13/8/2024).
Dia menuturkan Prodi S1 Teknik Dirgantara pertama kali diselenggarakan di STTKD pada 2016. Kemudian pada 2019, pihaknya mengajukan akreditasi prodi tersebut.
Dalam akreditasi pertama tersebut, prodi tersebut mendapatkan predikat baik sekali. “Lalu pada 2024, kami kembali mengajukan akreditasi. Tahun ini, kami berhasil meraih predikat unggul setelah melengkapi semua [syarat akreditasi] yang diperlukan,” kata dia.
Ikbal menuturkan dalam meraih predikat unggul, Prodi S1 Teknik Dirgantara telah memiliki 5 dosen bergelar doktor dari universitas dari dalam dan luar negeri. Selain itu, mahasiswa prodi tersebut pun saat ini telah memiliki puluhan prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Dia menuturkan mahasiswa lulusan prodi tersebut pun saat ini memiliki waktu tunggu rata-rata sekitar 2-3 bulan setelah lulus untuk mendapatkan pekerjaan. Meski begitu sebagian besar mahasiswa pun telah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus. “Kami ada program magang merdeka belajar kampus merdeka [MBKM], dari situ banyak taruna yang langsung diminta untuk bekerja di perusahaan tempat magang,” ujarnya.
Sementara menurutnya alumni prodi tersebut sekitar 80% terserap di dunia kerja sesuai dengan jurusannya. Sementara sisanya, ada yang meneruskan studi dan wirausaha.
Dengan pencapaian tersebut, dia berharap STTKD mampu berkontribusi untuk perkembangan kedirgantaraan di Indonesia. “Harapannya mahasiswa akan bertambah, kami memberikan kontribusi lebih untuk Indonesia dari segi pendidikan, penelitian dan pengabdian. Kami akan mempertahankan dan meningkatkan akreditasi ini ke tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara Kepala Pusat Penjamin Mutu Internal (PPMI) STTKD, Dhiani Dyahjatmayanti menyampaikan persiapan pengajuan akreditasi tersebut memakan waktu sekitar enam bulan.
Dia menuturkan proses persiapan akreditasi sudah dimulai sejak November 2023. Kemudian, pada Januari 2024, pihaknya mengajukan proses akreditasi. Kemudian pada akhir Februari 2024 proses visitasi dari asesor dilakukan. “Alhamdulilah kami [S1 Teknik Dirgantara STTKD] memperoleh akreditasi unggul. Ini [akreditasi unggul] berlaku untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel menggelar Gladian Panji Relawan pada 9–11 Juli 2026 di Bandungan, Kabupaten Semarang.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.