Bandara Soetta Ditutup, KAI Daop 6 Siapkan KA Tambahan dari Jogja

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 07 September 2026 06:47 WIB
Bandara Soetta Ditutup, KAI Daop 6 Siapkan KA Tambahan dari Jogja

Kepadatan penumpang KA di Stasiun Yogyakarta, Minggu sore, (6/9/2026). Harian Jogja-Anisatul Umah

Harianjogja.com, JOGJA—Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanis di wilayah Jabodetabek membuat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut membuat KAI Daop 6 Yogyakarta menyiapkan perjalanan kereta api tambahan sebagai alternatif transportasi masyarakat.

Penambahan perjalanan KA dilakukan pada 6 September 2026. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat yang tetap harus melanjutkan perjalanan maupun aktivitas, khususnya menuju Jakarta dan sekitarnya ataupun sebaliknya.

Dua Perjalanan KA Tambahan

KAI Daop 6 Yogyakarta menyiapkan dua perjalanan kereta api tambahan yang dapat menjadi pilihan masyarakat di tengah terganggunya transportasi udara.

Berikut perjalanan KA tambahan yang disiapkan:

  • KA Tambahan Yogyakarta-Gambir, dengan relasi Yogyakarta–Gambir, berangkat pukul 18.20 WIB dari Stasiun Yogyakarta.
  • KA Tambahan Malang-Gambir, dengan relasi Malang–Kertosono–Solo–Yogyakarta–Gambir. KA ini berangkat dari Malang pukul 20.15 WIB, tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 02.32 WIB dan berangkat kembali pukul 02.37 WIB.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penambahan perjalanan kereta api merupakan bentuk kesiapan KAI dalam memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat di tengah adanya hambatan kondisi alam yang berdampak pada perjalanan udara.

Menurut dia, KAI Daop 6 berupaya hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami menyiapkan perjalanan kereta api tambahan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan transportasi untuk melanjutkan aktivitas maupun perjalanannya," ujarnya.

KAI Ingatkan Keselamatan di Tengah Sebaran Abu Vulkanis

Selain menyediakan alternatif perjalanan, Feni mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan, khususnya masyarakat yang berada di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Masyarakat diimbau menggunakan masker, kacamata untuk melindungi mata, mengurangi aktivitas di area terbuka, serta menghindari menyentuh mata.

"Pastikan pula barang bawaan, termasuk makanan dan minuman, tertutup rapat," ujarnya.

Pelanggan juga diminta mematuhi arahan petugas selama berada di stasiun maupun di atas kereta api. Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau iritasi akibat paparan abu vulkanik, pelanggan diimbau segera menghubungi petugas KAI untuk mendapatkan bantuan.

Feni mengatakan Daop 6 Yogyakarta akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Bagi masyarakat yang akan menggunakan kereta api, kami mengimbau untuk selalu memastikan informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI antara lain Contact Center KAI121 dan social media KAI121," lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online